Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-10-20

Biaya Haji 2027 Resmi Ditetapkan, Ini Rincian BPIH dan Besaran Pelunasannya

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dapat mengalami perubahan setiap tahun. Penetapannya dilakukan melalui pembahasan antara pemerintah dan DPR RI dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta pelayanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

 

Untuk tahun 1448 H/2027 M, rata-rata BPIH ditetapkan sebesar Rp98,47 juta per jemaah. Meski meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata biaya pelunasan yang harus dibayarkan jemaah justru mengalami penurunan sekitar Rp3,38 juta.

 

Lantas, berapa biaya haji 2027 yang perlu dipersiapkan, bagaimana rincian pelunasannya, dan apa saja komponen biayanya? Simak penjelasan berikut ini.

 

Berapa Besaran BPIH 2027?

Berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR RI pada 7 Oktober 2026, rata-rata BPIH 2027 ditetapkan sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Nominal tersebut merupakan keseluruhan biaya penyelenggaraan ibadah haji, bukan jumlah yang seluruhnya harus dibayarkan langsung oleh jemaah.

Mengacu pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), pembiayaan tersebut terbagi menjadi dua sumber utama, yaitu:

  • Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih): sebesar 55,50% atau rata-rata Rp54.648.825 yang menjadi tanggungan jemaah.
  • Nilai Manfaat Dana Haji: sebesar 44,50% atau rata-rata Rp43.817.526,35 yang berasal dari hasil pengelolaan keuangan haji.

BPIH merupakan keseluruhan biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan ibadah haji, sedangkan Bipih adalah bagian biaya yang menjadi tanggungan jemaah.

Pembagian tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan biaya sekaligus mendukung keberlanjutan pengelolaan dana haji.

 

Rincian Biaya Haji 2027 dan Besaran Pelunasannya

Dari rata-rata Bipih sebesar Rp54.648.825, terdapat beberapa komponen yang diperhitungkan untuk mengurangi jumlah pelunasan yang perlu dibayarkan jemaah.

Berikut rincian perhitungan biaya haji 2027:

Komponen

Nominal

Rata-rata Bipih 2027

Rp54.648.825

Setoran awal haji

Rp25.000.000

Nilai Manfaat Virtual Account

Rp3.400.000

Subsidi pemerintah

Rp3.200.000

Rata-rata sisa pelunasan

Rp23.048.825

Berdasarkan skema tersebut, rata-rata sisa pelunasan haji 2027 menjadi Rp23.048.825 atau turun sekitar Rp3,38 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut DPR RI, penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keterjangkauan biaya haji bagi jemaah dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dana haji.

Meski demikian, nominal tersebut merupakan rata-rata nasional. Besaran biaya dan pelunasan masing-masing jemaah dapat berbeda berdasarkan embarkasi keberangkatan, saldo rekening virtual, serta ketentuan yang berlaku.

 

Apa Saja Komponen Biaya Penyelenggaraan Haji 2027?

BPIH mencakup berbagai kebutuhan jemaah sejak persiapan keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Berdasarkan rincian yang dipublikasikan BPKH, biaya penyelenggaraan haji 2027 terdiri atas tiga komponen utama.

  1. Biaya Penerbangan

    Rata-rata biaya penerbangan ditetapkan sebesar Rp38.505.046 per jemaah. Komponen ini mencakup kebutuhan transportasi udara dengan nominal yang dapat berbeda berdasarkan embarkasi keberangkatan.

  2. Biaya Operasional di Arab Saudi

    Rata-rata biaya operasional di Arab Saudi sebesar Rp54.317.360 per jemaah. Biaya tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, serta pelayanan jemaah selama berada di Tanah Suci, termasuk di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

  3. Biaya Operasional di Indonesia

    Rata-rata biaya operasional dalam negeri ditetapkan sebesar Rp5.643.945 per jemaah. Komponen ini mencakup pelayanan embarkasi dan debarkasi, dokumen perjalanan, perlengkapan haji, serta kebutuhan pelayanan lainnya.

 
 
Tips Mempersiapkan Dana Haji Sejak Dini

Mengetahui rincian biaya haji dapat membantu calon jemaah menyusun perencanaan keuangan dengan lebih terarah. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

  1. Tentukan Target Dana Haji

    Mulailah dengan menentukan jumlah dana yang ingin dipersiapkan. Bagi calon jemaah yang belum mendaftar, setoran awal haji sebesar Rp25 juta dapat menjadi target awal untuk memperoleh nomor porsi sesuai ketentuan yang berlaku.

  2. Sisihkan Dana Secara Rutin

    Tentukan nominal tabungan bulanan sesuai kemampuan keuangan. Menabung secara konsisten dapat membantu membangun dana haji secara bertahap tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

  3. Pisahkan Dana Haji dari Kebutuhan Harian

    Gunakan rekening khusus agar dana haji tidak tercampur dengan pengeluaran rutin. Cara ini juga membantu memantau perkembangan tabungan dan menjaga konsistensi perencanaan.

  4. Pantau Informasi Resmi Pelunasan

    Bagi calon jemaah yang masuk dalam alokasi keberangkatan 2027, pastikan untuk memantau jadwal, persyaratan, dan nominal pelunasan melalui Kementerian Haji dan Umrah RI serta BPKH.

 

Persiapkan Dana Haji Bersama Bank Muamalat

Mempersiapkan ibadah haji membutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Dengan memahami rincian biaya dan memperkirakan kebutuhan dana sejak awal, langkah menuju Tanah Suci dapat direncanakan secara bertahap.

Untuk membantu mewujudkan rencana tersebut, Anda dapat mulai mempersiapkan dana haji melalui Tabungan iB Hijrah Haji atau Rekening Tabungan Jemaah Haji Bank Muamalat sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan.
 

Baca Juga :