Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-02-13

Makna Doa Nabi Yunus AS dan Keutamaannya bagi Muslim dalam Menghadapi Kesulitan

Dalam perjalanan hidup, setiap insan pasti pernah berada di titik paling sunyi, saat ikhtiar terasa terbatas dan hati hanya bisa berharap pada pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam kondisi seperti inilah, Islam mengajarkan doa-doa yang sarat makna ketundukan dan penghambaan. Salah satunya adalah doa Nabi Yunus AS, doa yang dikenal sebagai bacaan penuh keikhlasan dan pengakuan diri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

Doa ini bukan hanya bagian dari kisah para nabi, tetapi juga menjadi amalan yang relevan bagi Muslim hingga hari ini. Terutama saat menghadapi kesulitan, tekanan hidup, atau kebutuhan akan ketenangan batin.

 

Bacaan Doa Nabi Yunus AS

 

Doa Nabi Yunus AS disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Anbiya ayat 87, ketika beliau berada dalam perut ikan besar sebagai bentuk ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya:
“Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

 

Kalimat doa ini singkat, tetapi mengandung pengakuan tauhid, tasbih kepada Allah, serta kesadaran akan keterbatasan dan kekhilafan diri sebagai manusia.

 

Latar Belakang Kisah Nabi Yunus AS

 

Nabi Yunus AS adalah salah satu nabi yang diutus untuk menyeru kaumnya agar kembali ke jalan Allah. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau sempat meninggalkan kaumnya karena merasa dakwahnya belum membuahkan hasil. Keputusan tersebut menjadi ujian yang Allah tetapkan, hingga Nabi Yunus AS berada dalam perut ikan besar di tengah kegelapan laut.

 

Dalam kondisi tanpa daya, tanpa pertolongan manusia, dan tanpa harapan selain kepada Allah, Nabi Yunus AS memanjatkan doa ini dengan penuh ketulusan. Doa tersebut menjadi simbol kembalinya seorang hamba kepada Rabb-nya dengan sepenuh hati.

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan menyelamatkannya, sebagaimana disebutkan dalam lanjutan ayat Al-Qur’an.

 

Makna Mendalam di Balik Doa Nabi Yunus AS

 

Doa Nabi Yunus AS bukan hanya permohonan untuk keluar dari kesulitan, tetapi mencerminkan beberapa nilai utama dalam ajaran Islam:

  1. Penguatan Tauhid
    Kalimat “Lā ilāha illā anta” menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya tempat bergantung. Tidak ada solusi sejati selain dari-Nya.
  1. Pensucian Allah Subhanahu Wa Ta'ala
    Ungkapan “Subḥānaka” menunjukkan pengakuan bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan, sementara manusia penuh keterbatasan.
  1. Kesadaran Diri dan Kerendahan Hati
    Pengakuan “innī kuntu minaẓ-ẓālimīn” mengajarkan pentingnya muhasabah, yakni mengakui kesalahan tanpa menyalahkan keadaan.
    Nilai-nilai inilah yang menjadikan doa Nabi Yunus AS sangat relevan untuk diamalkan dalam berbagai kondisi kehidupan hingga hari ini.

 

Keutamaan Mengamalkan Doa Nabi Yunus AS

 

Dalam berbagai riwayat dan kajian keislaman, doa ini dikenal memiliki keutamaan besar bagi siapa pun yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan.

  1. Menjadi Jalan Keluar dari Kesulitan
    Doa Nabi Yunus AS sering diamalkan saat seseorang berada dalam situasi sempit, baik secara batin maupun lahir. Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan selalu memiliki jalan keluar atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  1. Memperkuat Ketenteraman Hati
    Mengulang doa ini dengan penuh kesadaran dapat membantu menenangkan hati, meredakan kegelisahan, dan menguatkan rasa tawakal kepada Allah.
  1. Sarana Memohon Ampunan
    Doa ini mengajarkan adab seorang hamba saat memohon ampun dengan rendah hati, jujur kepada diri sendiri, dan sepenuhnya berserah kepada Allah.
  1. Mendekatkan Diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
    Amalan ini bukan hanya untuk kondisi darurat, tetapi juga dapat menjadi wirid harian sebagai bentuk penjagaan hubungan spiritual dengan Allah.

 

Waktu dan Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus AS

 

Doa Nabi Yunus AS dapat diamalkan kapan saja, terutama pada waktu-waktu mustajab, seperti:

  • Setelah shalat fardhu
  • Saat sepertiga malam terakhir
  • Ketika menghadapi ujian atau kebimbangan
  • Dalam doa pribadi setelah berikhtiar

 

Tidak ada jumlah bacaan yang mengikat, yang terpenting adalah kehadiran hati dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya.

 

Relevansi Doa Nabi Yunus AS dalam Kehidupan

 

Di tengah dinamika kehidupan saat ini, seperti tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga tantangan finansial, doa Nabi Yunus AS menjadi pengingat bahwa ketenangan sejati tidak hanya datang dari perencanaan matang, tetapi juga dari kepasrahan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

Sejalan dengan nilai-nilai keuangan yang sesuai syariah, doa ini mengajarkan prinsip kehati-hatian, kesadaran diri, dan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal—nilai yang juga menjadi fondasi dalam mengelola kehidupan dan keuangan secara lebih berkah.

 

Doa Nabi Yunus AS adalah contoh nyata bahwa dalam kondisi apa pun, pintu rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu terbuka bagi hamba-Nya yang kembali dengan penuh kerendahan hati. Mengamalkan doa Nabi Yunus AS secara konsisten dapat menjadi bagian dari perjalanan hijrah batin menuju kehidupan yang lebih selaras antara iman, ikhtiar, dan tawakal.
 

Baca Juga :