Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-01-08

Awas Quishing! Modus Penipuan QR Code Phishing yang Perlu Diwaspadai

Transformasi digital memudahkan berbagai aktivitas, termasuk transaksi keuangan melalui QR Code. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul modus kejahatan siber baru yang dikenal sebagai Quishing atau QR Code Phishing. Modus ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap QR Code untuk mencuri data pribadi hingga menguras dana korban.

 

Bank Muamalat mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk memahami apa itu quishing, bagaimana modusnya bekerja, serta langkah pencegahan yang perlu dilakukan agar transaksi tetap aman dan lebih berkah.

 

Apa Itu Quishing?

 

Quishing adalah bentuk penipuan digital yang menggunakan QR Code palsu sebagai media utama. Ketika korban memindai QR Code tersebut, mereka akan diarahkan ke tautan berbahaya yang menyerupai situs resmi bank, e-wallet, atau platform tepercaya lainnya.

 

Tujuan utama quishing adalah:

  • Mencuri data sensitif (PIN, password, OTP, nomor kartu)
  • Mengambil alih akun perbankan atau dompet digital
  • Menguras saldo korban tanpa disadari

 

Berbeda dengan phishing konvensional yang biasanya dikirim melalui email atau pesan teks, quishing memanfaatkan visual QR Code yang sulit dikenali secara kasat mata.

 

Mengapa Quishing Berbahaya?

 

Quishing tergolong berbahaya karena:

  1. Sulit Dideteksi
    QR Code tidak menampilkan URL tujuan secara langsung, sehingga korban tidak dapat menilai keamanan tautan sebelum memindai.
  2. Tingkat Kepercayaan Tinggi
    QR Code sudah lazim digunakan di restoran, parkiran, tempat ibadah, hingga pembayaran donasi.
  3. Eksekusi Cepat
    Hanya dengan satu kali scan, korban bisa langsung masuk ke situs palsu dan memasukkan data penting.
  4. Kerugian Finansial Nyata
    Banyak kasus quishing berujung pada pembobolan rekening dan penyalahgunaan data pribadi.
 

Siapa yang Berisiko Menjadi Korban?

 

Quishing dapat menargetkan siapa saja, termasuk:

  • Nasabah bank dan pengguna mobile banking
  • Pengguna QRIS untuk pembayaran harian
  • Pelaku usaha dan kasir
  • Jamaah atau donatur di tempat umum
  • Masyarakat yang terbiasa memindai QR Code tanpa verifikasi

 

Artinya, tidak hanya pengguna awam, tetapi juga individu yang sudah terbiasa dengan transaksi digital tetap berisiko jika lengah.

 

Kapan dan Di Mana Quishing Sering Terjadi?

 

Quishing sering meningkat pada momen tertentu, seperti:

  • Periode liburan dan akhir tahun
  • Masa promo, diskon, atau event besar
  • Saat maraknya pembayaran non-tunai

 

Lokasi yang kerap dimanfaatkan pelaku antara lain:

  • Restoran, kafe, dan tempat parkir
  • Mesin pembayaran umum
  • Poster donasi dan kegiatan sosial
  • Media sosial dan grup pesan instan
  • Selebaran atau stiker QR Code di ruang publik

 

Pelaku dapat menempelkan QR Code palsu di atas QR Code asli tanpa disadari pengelola maupun pengguna.

 

Bagaimana Modus Quishing Bekerja?

 

Secara umum, alur quishing berlangsung sebagai berikut:

  1. Pelaku membuat QR Code berisi tautan ke situs palsu.
  2. QR Code disebarkan atau ditempel di lokasi strategis.
  3. Korban memindai QR Code tanpa verifikasi.
  4. Korban diarahkan ke halaman yang menyerupai layanan resmi.
  5. Korban diminta memasukkan data pribadi atau informasi transaksi.
  6. Data digunakan pelaku untuk mengambil alih akun atau dana korban.

 

Dalam beberapa kasus, situs palsu juga dapat memasang malware yang mencuri data dari perangkat korban.

 

Ciri-Ciri QR Code Quishing yang Perlu Diwaspadai

 

Beberapa tanda QR Code berbahaya antara lain:

  • Mengarahkan ke halaman yang meminta PIN, OTP, atau password
  • Menggunakan alamat website yang tidak resmi atau mirip-mirip
  • Menawarkan hadiah, cashback, atau promo tidak wajar
  • Mengandung unsur urgensi atau ancaman
  • Tidak berasal dari kanal resmi institusi terkait

 

Perlu diingat, bank tidak pernah meminta data rahasia melalui QR Code atau tautan.

 

Cara Aman Menghindari Quishing

 

Untuk menjaga keamanan transaksi digital, Bank Muamalat mengimbau langkah-langkah berikut:

  1. Periksa Sumber QR Code
    Pastikan QR Code berasal dari pihak resmi dan terpercaya.
  2. Hindari Memasukkan Data Rahasia
    Jangan pernah memasukkan PIN, OTP, atau password setelah memindai QR Code.
  3. Gunakan Aplikasi Resmi
    Lakukan transaksi hanya melalui aplikasi resmi yang diunduh dari sumber tepercaya.
  4. Waspadai Promo Tidak Masuk Akal
    Penawaran yang terlalu menggiurkan patut dicurigai.
  5. Laporkan Aktivitas Mencurigakan
    Segera hubungi Bank Muamalat jika menemukan indikasi penipuan.
 

Saluran Resmi Bank Muamalat untuk Konfirmasi

 

Apabila menemukan hal mencurigakan atau pihak yang mengatasnamakan Bank Muamalat, pastikan konfirmasi hanya melalui kanal resmi berikut:

  • SalaMuamalat: 1500016 (dalam negeri) & +6221 8066 8000 (luar negeri)
  • WhatsApp Bank Muamalat: 0812 8065 1800 (akun terverifikasi)
  • Email: salamuamalat@bankmuamalat.co.id
  • Website: bankmuamalat.co.id
 

Media Sosial Resmi Bank Muamalat:

 

Frequently Asked Question (FAQ) – Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Quishing

 

Apa itu Quishing?

Quishing adalah modus penipuan yang menggunakan QR Code palsu untuk mencuri data atau dana korban.

 

Apakah QR Code selalu aman digunakan?

QR Code aman jika berasal dari sumber resmi dan digunakan melalui aplikasi tepercaya.

 

Apakah bank pernah meminta PIN atau OTP melalui QR Code?

Tidak. Bank tidak pernah meminta PIN, OTP, atau password dalam bentuk apa pun.

 

Apa yang harus dilakukan jika terlanjur memindai QR Code mencurigakan?

Segera hentikan aktivitas, jangan masukkan data apa pun, dan hubungi kanal resmi Bank Muamalat.

 

Bagaimana cara membedakan QR Code asli dan palsu?

Periksa lokasi, konteks, dan tujuan QR Code. Jika mengarah ke situs tidak resmi atau meminta data sensitif, patut dicurigai.
 

Baca Juga :