Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-10-13

Dana Pensiun Sebaiknya Disiapkan Sejak Kapan? Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Masa pensiun sering kali terasa masih jauh, terutama bagi yang baru memulai karier. Ketika penghasilan mulai diterima secara rutin, perhatian biasanya lebih banyak tertuju pada kebutuhan sehari-hari, angsuran, tabungan, hingga berbagai rencana keuangan dalam waktu dekat.

 

Padahal, masa pensiun merupakan salah satu fase kehidupan yang perlu dipersiapkan secara finansial. Ketika seseorang sudah tidak lagi aktif bekerja, sumber penghasilan dapat berkurang atau berubah, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.

 

Persiapan dana pensiun pun menjadi makin penting seiring meningkatnya kebutuhan biaya hidup dan kemungkinan seseorang menjalani masa pensiun selama puluhan tahun.

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 turut mendorong masyarakat untuk mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Langkah ini diperlukan agar masyarakat memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik ketika memasuki masa purnabakti.

 

Lantas, dana pensiun sebaiknya disiapkan sejak kapan? Apakah perlu dimulai sejak usia 20-an, atau masih memungkinkan jika baru mempersiapkannya menjelang usia 40 tahun? Simak penjelasan berikut.

 

Mengapa Dana Pensiun Penting untuk Dipersiapkan?

Dana pensiun adalah dana yang dipersiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial ketika seseorang memasuki masa pensiun atau tidak lagi memperoleh penghasilan rutin dari pekerjaan utamanya.

Kebutuhan tersebut dapat mencakup pengeluaran sehari-hari, tempat tinggal, kesehatan, transportasi, hingga berbagai aktivitas yang ingin dilakukan selama masa pensiun.

Tanpa perencanaan yang memadai, seseorang berpotensi mengalami kesenjangan antara kebutuhan pengeluaran dan penghasilan yang tersedia setelah berhenti bekerja.

OJK juga menyoroti pentingnya replacement ratio, yaitu perbandingan antara pendapatan yang diterima setelah pensiun dan penghasilan sebelum pensiun. Rasio ini menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan seseorang mempertahankan standar hidup setelah tidak lagi aktif bekerja.

Oleh karena itu, mempersiapkan dana pensiun perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk bagi mereka yang masih berada pada usia produktif.

 

Dana Pensiun Sebaiknya Disiapkan Sejak Kapan?

Waktu yang ideal untuk mulai menyiapkan dana pensiun adalah sejak seseorang memiliki penghasilan dan kondisi keuangannya memungkinkan untuk menyisihkan dana secara rutin.

Tidak ada satu usia yang berlaku untuk semua orang. Namun, makin awal persiapan dilakukan, makin panjang waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana dan mengembangkan aset sesuai instrumen yang dipilih.

Sebagai gambaran, berikut beberapa pendekatan perencanaan dana pensiun berdasarkan kelompok usia.

1. Usia 20-an: Mulai Membangun Kebiasaan Keuangan

Pada usia 20-an, sebagian orang baru memasuki dunia kerja dan mulai memiliki penghasilan sendiri.

Meskipun jumlah penghasilan mungkin belum terlalu besar, periode ini dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan menyisihkan dana secara rutin.

Langkah awal yang dapat dilakukan antara lain menyusun anggaran bulanan, membangun dana darurat, mengelola kewajiban keuangan, dan mulai mengalokasikan sebagian penghasilan untuk kebutuhan pensiun.

Keunggulan memulai pada usia ini terletak pada panjangnya waktu persiapan. Dengan jangka waktu yang lebih panjang, seseorang memiliki kesempatan untuk mengumpulkan dana secara bertahap tanpa harus langsung menyisihkan nominal yang besar.

2. Usia 30-an: Menyesuaikan dengan Tanggung Jawab Keuangan

Memasuki usia 30-an, kebutuhan finansial umumnya mulai berkembang. Sebagian orang mungkin sedang mempersiapkan rumah, membiayai kebutuhan keluarga, atau merencanakan pendidikan anak.

Di tengah berbagai prioritas tersebut, persiapan dana pensiun tetap perlu mendapat perhatian.

Pada tahap ini, seseorang dapat mulai mengevaluasi jumlah dana yang sudah terkumpul dan menyesuaikan iuran pensiun dengan peningkatan penghasilan.

Apabila kondisi keuangan memungkinkan, alokasi dana pensiun dapat ditingkatkan secara bertahap agar tetap sejalan dengan target yang ingin dicapai.

3. Usia 40-an: Mengevaluasi Kesiapan Dana Pensiun

Bagi seseorang yang memasuki usia 40-an, masa pensiun mungkin sudah terasa lebih dekat.

Karena waktu persiapan relatif lebih singkat dibandingkan ketika berusia 20-an, perencanaan dana pensiun perlu dilakukan dengan perhitungan yang lebih terarah.

Beberapa hal yang dapat dievaluasi meliputi perkiraan usia pensiun, kebutuhan pengeluaran setelah pensiun, dana yang telah dimiliki, serta kemampuan menyisihkan penghasilan secara rutin.

Jika dana yang terkumpul masih jauh dari target, penyesuaian dapat dilakukan melalui peningkatan iuran, pengelolaan pengeluaran, atau peninjauan kembali target usia pensiun.

4. Usia 50-an: Mematangkan Rencana Menjelang Pensiun

Memasuki usia 50-an, perhatian dapat lebih difokuskan pada kesiapan dana yang telah dikumpulkan dan strategi penggunaannya setelah pensiun.

Pada tahap ini, penting untuk memperkirakan kebutuhan pengeluaran secara lebih rinci, termasuk biaya kesehatan dan kebutuhan rutin lainnya.

Selain itu, pemilihan instrumen keuangan perlu mempertimbangkan jangka waktu penggunaan dana dan kemampuan menghadapi risiko.

Meskipun waktu persiapan makin terbatas, bukan berarti seseorang tidak dapat mulai menyiapkan dana pensiun. Perencanaan tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan target, kemampuan finansial, dan sumber penghasilan yang tersedia.

 
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Menyiapkan Dana Pensiun

Selain usia, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi jumlah dana pensiun yang perlu dipersiapkan.

1. Target Usia Pensiun

Setiap orang dapat memiliki target usia pensiun yang berbeda, tergantung pekerjaan, kondisi keuangan, dan rencana kehidupan masing-masing.

Ada yang berencana berhenti bekerja pada usia 55 tahun, 60 tahun, atau tetap menjalankan aktivitas produktif setelah usia tersebut.

Penentuan target usia pensiun penting karena akan memengaruhi lamanya waktu untuk mengumpulkan dana sekaligus perkiraan periode penggunaan dana setelah pensiun.

2. Perkiraan Pengeluaran Selama Masa Pensiun

Kebutuhan finansial setelah pensiun tidak selalu sama dengan kebutuhan ketika masih aktif bekerja.

Beberapa pengeluaran mungkin berkurang, seperti biaya transportasi menuju tempat kerja. Namun, pengeluaran lain, termasuk kebutuhan kesehatan, dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Karena itu, perhitungan dana pensiun sebaiknya didasarkan pada perkiraan pengeluaran yang realistis, bukan semata-mata pada besarnya penghasilan saat ini.

3. Inflasi dan Perubahan Biaya Hidup

Inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan dana pensiun karena dapat memengaruhi daya beli uang dari waktu ke waktu.

Sebagai ilustrasi, apabila kebutuhan hidup saat ini sebesar Rp5 juta per bulan dan diasumsikan mengalami kenaikan rata-rata 3% per tahun, maka dalam 20 tahun kebutuhan dengan daya beli yang setara diperkirakan menjadi sekitar Rp9 juta per bulan.

Angka tersebut merupakan simulasi dengan asumsi inflasi tetap, bukan prediksi tingkat inflasi pada masa mendatang.

Artinya, perencanaan dana pensiun perlu memperhitungkan kemungkinan meningkatnya biaya hidup agar dana yang dikumpulkan tetap relevan dengan kebutuhan di masa depan.

4. Kondisi Kesehatan dan Kebutuhan Keluarga

Kondisi kesehatan juga perlu menjadi perhatian dalam mempersiapkan masa pensiun.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, atau perawatan dapat mengalami perubahan.

Selain itu, tanggungan keluarga yang masih ada ketika memasuki masa pensiun turut memengaruhi besarnya kebutuhan dana.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan perlindungan kesehatan dan kebutuhan anggota keluarga dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

5. Sumber Penghasilan dan Dana yang Sudah Dimiliki

Sebelum menentukan jumlah dana pensiun yang perlu dikumpulkan, lakukan evaluasi terhadap sumber keuangan yang sudah tersedia.

Sumber tersebut dapat berupa tabungan, aset investasi, program pensiun dari pemberi kerja, maupun program jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun?

Menghitung kebutuhan dana pensiun dapat dimulai dengan memperkirakan pengeluaran bulanan yang ingin dipenuhi ketika sudah tidak aktif bekerja.

Setelah itu, tentukan berapa lama dana tersebut diperkirakan akan digunakan.

Sebagai contoh, seseorang memperkirakan membutuhkan Rp6 juta per bulan selama 20 tahun masa pensiun.

Perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Kebutuhan bulanan: Rp6.000.000
  • Kebutuhan tahunan: Rp72.000.000
  • Perkiraan masa pensiun: 20 tahun
  • Total kebutuhan: Rp72.000.000 × 20 = Rp1.440.000.000

Berdasarkan simulasi sederhana tersebut, kebutuhan dana selama 20 tahun mencapai sekitar Rp1,44 miliar.

Namun, angka tersebut belum memperhitungkan inflasi selama masa pensiun, perubahan kebutuhan, hasil pengembangan dana, maupun sumber penghasilan lain yang mungkin tersedia.

Selain itu, apabila masa pensiun masih berlangsung beberapa tahun lagi, kebutuhan pengeluaran pada awal masa pensiun perlu disesuaikan dengan perkiraan perubahan biaya hidup hingga tahun tersebut.

Karena itu, hasil perhitungan sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal untuk menyusun target dana pensiun yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing.

 
Tips Mempersiapkan Dana Pensiun Secara Bertahap

Setelah mengetahui perkiraan kebutuhan dana pensiun, langkah berikutnya adalah menyusun strategi untuk mencapainya.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan.

1. Tentukan Target Dana Pensiun

Mulailah dengan menetapkan target usia pensiun dan memperkirakan kebutuhan pengeluaran setelah tidak lagi bekerja.

Target tersebut dapat membantu menentukan besarnya dana yang perlu dikumpulkan serta jangka waktu persiapannya.

2. Sisihkan Penghasilan Secara Rutin

Persiapan dana pensiun dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten.

Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan setelah mempertimbangkan kebutuhan pokok, kewajiban, dan dana darurat.

Ketika penghasilan meningkat, alokasi dana pensiun juga dapat ditinjau kembali agar target tetap dapat dikejar.

3. Pisahkan Dana Pensiun dari Kebutuhan Lain

Dana pensiun sebaiknya dipisahkan dari dana yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau tujuan keuangan jangka pendek.

Pemisahan ini membantu menjaga konsistensi perencanaan sekaligus mengurangi kemungkinan penggunaan dana pensiun untuk pengeluaran yang tidak direncanakan.

4. Pilih Program Pensiun Sesuai Kebutuhan

Selain menyisihkan dana secara mandiri, seseorang dapat mempertimbangkan program pensiun yang dirancang untuk membantu mengelola dana dalam jangka panjang.

Dalam memilih program, perhatikan prinsip pengelolaan, pilihan investasi, risiko, biaya, ketentuan iuran, serta mekanisme pembayaran manfaat pensiun.

Bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan dana pensiun sesuai prinsip syariah, program Pensiun Hijrah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipelajari.

5. Evaluasi Perencanaan Secara Berkala

Kondisi keuangan dan kebutuhan hidup dapat berubah seiring waktu.

Karena itu, lakukan evaluasi secara berkala terhadap target dana pensiun, jumlah dana yang terkumpul, kemampuan membayar iuran, serta kesesuaian pilihan investasi.

Evaluasi juga penting ketika terjadi perubahan besar dalam kehidupan, seperti pergantian pekerjaan, peningkatan penghasilan, atau bertambahnya tanggungan keluarga.

 

Mulai Persiapkan Masa Pensiun dengan Perencanaan yang Tepat

Menyiapkan dana pensiun tidak harus menunggu hingga mendekati akhir masa kerja. Justru, memulainya sejak memiliki penghasilan dapat memberikan waktu yang lebih panjang untuk membangun kesiapan finansial secara bertahap.

Baik ketika masih berusia 20-an, 30-an, maupun menjelang masa pensiun, langkah terpenting adalah memahami kebutuhan, menetapkan target yang realistis, dan menjalankan perencanaan secara konsisten.

Sebagai salah satu pilihan, DPLK Syariah Muamalat hadir untuk membantu individu maupun karyawan perusahaan mempersiapkan kebutuhan keuangan pada masa pensiun melalui program pensiun yang dikelola berdasarkan prinsip syariah.

Dengan perencanaan yang dimulai sejak sekarang, masa pensiun dapat dipersiapkan dengan lebih terarah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Baca Juga :