Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-09-08

Target Keuangan Masih Sama? Ini Saatnya Cek dan Atur Kembali

Memasuki September, tahun ini sudah berjalan cukup jauh. Target keuangan yang dibuat di awal tahun pun mungkin menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Ada yang tabungan dana daruratnya sudah mendekati target. Ada yang masih rutin menyisihkan penghasilan setiap bulan. Namun, ada juga rencana yang sempat tertunda karena muncul kebutuhan lain di tengah jalan.

Kalau target keuangan belum berjalan sesuai rencana, September bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasinya kembali. Tidak selalu harus membuat target baru. Terkadang, yang dibutuhkan adalah melihat posisi keuangan saat ini, menyesuaikan rencana, lalu melanjutkan langkah secara lebih realistis.

Lantas, bagaimana cara mengevaluasi target keuangan agar tetap relevan hingga akhir tahun?

 
Mengapa Target Keuangan Perlu Dievaluasi?

Target keuangan membantu memberikan arah dalam mengelola penghasilan. Dengan target yang jelas, kita dapat menentukan berapa dana yang perlu disisihkan dan untuk kebutuhan apa dana tersebut dipersiapkan.

Namun, kondisi keuangan tidak selalu berjalan persis seperti yang direncanakan.

Pengeluaran tidak terduga, perubahan pendapatan, kebutuhan keluarga, hingga munculnya prioritas baru dapat memengaruhi rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Karena itu, evaluasi keuangan secara berkala penting agar target tetap sesuai dengan kondisi terkini.

Memasuki September, masih ada beberapa bulan sebelum pergantian tahun. Periode ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kembali apa yang sudah berjalan dan menentukan prioritas yang ingin dilanjutkan.

 
1. Cek Kembali Target Keuangan yang Sudah Dibuat

Mulailah dengan melihat kembali daftar tujuan keuangan yang pernah dibuat.

Apakah tahun ini Anda ingin membangun dana darurat? Menyiapkan biaya pendidikan? Mengumpulkan dana untuk umrah atau haji? Membeli rumah? Atau mulai menyiapkan aset untuk kebutuhan jangka panjang?

Setelah itu, periksa progres masing-masing target.

Misalnya, Anda menargetkan dana sebesar Rp12 juta hingga akhir tahun dan saat ini sudah terkumpul Rp8 juta. Artinya, masih ada selisih Rp4 juta yang perlu dipersiapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan mengetahui posisi saat ini, target yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih mudah dihitung dan direncanakan.

 
2. Tentukan Mana yang Masih Menjadi Prioritas

Target yang dibuat pada awal tahun belum tentu memiliki tingkat prioritas yang sama pada September.

Misalnya, sebelumnya Anda ingin mengalokasikan dana lebih besar untuk liburan. Namun, beberapa bulan kemudian muncul kebutuhan untuk membangun dana darurat atau menyiapkan biaya pendidikan anak.

Tidak ada salahnya mengubah prioritas.

Daripada memaksakan semua target berjalan bersamaan, Anda dapat mengurutkannya berdasarkan tingkat kepentingan dan jangka waktunya.

Secara sederhana, target dapat dikelompokkan menjadi:

  • kebutuhan jangka pendek, seperti dana untuk pengeluaran beberapa bulan mendatang;
  • kebutuhan jangka menengah, seperti kurban, umrah, renovasi rumah, atau pendidikan;
  • kebutuhan jangka panjang, seperti rumah, haji, maupun persiapan masa depan.

Pengelompokan ini juga membantu menentukan bagaimana dana sebaiknya disimpan dan dikelola.

 
3. Hitung Lagi Kemampuan Menabung Setiap Bulan

Setelah menentukan prioritas, cek kembali arus kas bulanan.

Hitung pendapatan yang diterima, kebutuhan rutin, kewajiban, serta pengeluaran lainnya. Dari sana, Anda dapat mengetahui berapa jumlah yang realistis untuk dialokasikan menuju target keuangan.

Tidak perlu memaksakan nominal yang terlalu besar apabila akhirnya mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan dana secara konsisten.

Jika ingin lebih disiplin, dana untuk tujuan tertentu juga dapat dipisahkan dari rekening transaksi sehari-hari. Salah satu pilihannya adalah menggunakan Tabungan iB Hijrah Rencana Bank Muamalat, tabungan dengan setoran rutin bulanan yang dirancang untuk membantu mempersiapkan tujuan tertentu. Produk ini memiliki jangka waktu menabung mulai dari 3 bulan hingga 20 tahun dengan setoran bulanan minimum Rp100 ribu.

Dengan memisahkan dana berdasarkan tujuan, progres keuangan juga menjadi lebih mudah dipantau.

 
4. Bedakan Dana untuk Transaksi dan Dana yang Belum Akan Digunakan

Tidak semua uang harus ditempatkan dengan cara yang sama.

Dana untuk makan, transportasi, tagihan, dan kebutuhan sehari-hari tentu perlu mudah diakses. Untuk kebutuhan tersebut, rekening transaksi seperti Tabungan iB Hijrah dapat digunakan untuk mendukung transaksi melalui Muamalat DIN maupun Kartu Shar-E Debit Muamalat.

Namun, bagaimana dengan dana yang sudah tersedia tetapi belum akan digunakan dalam beberapa bulan ke depan?

Dana tersebut dapat dipisahkan agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah Deposito Online iB Hijrah Muamalat, deposito syariah dengan akad mudharabah yang dapat dibuka melalui Muamalat DIN.

Saat ini, pembukaan dapat dimulai dari Rp2,5 juta dengan pilihan jangka waktu 1, 3, 4, 6, hingga 12 bulan. Dengan demikian, jangka waktu penyimpanan dapat disesuaikan dengan rencana penggunaan dana.

 

5. Jangan Hanya Memikirkan Akhir Tahun

Saat mengevaluasi keuangan, jangan hanya melihat apa yang ingin dicapai pada Desember.

Coba lihat lebih jauh, apa kebutuhan finansial yang ingin Anda persiapkan dalam tiga, lima, bahkan sepuluh tahun ke depan?

Misalnya, jika memiliki rencana menunaikan ibadah haji, persiapannya dapat dimulai secara bertahap melalui Tabungan iB Hijrah Haji. Tabungan ini memungkinkan setoran dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk e-Banking dan transfer terjadwal, sehingga persiapan dana dapat disesuaikan dengan kemampuan dan target keberangkatan.

Untuk tujuan jangka panjang lainnya, sebagian orang juga memilih menyiapkan aset sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Salah satunya melalui emas.

Bank Muamalat memiliki Solusi Emas Hijrah, fasilitas pembiayaan pembelian emas batangan dengan akad murabahah. Pilihan gramasi tersedia mulai dari 5 gram dengan jangka waktu pembiayaan hingga 10 tahun, sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, pemilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, kemampuan keuangan, jangka waktu, dan profil kebutuhan masing-masing.

 
6. Kalau Target Tertinggal, Atur Ulang daripada Menyerah

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam merencanakan keuangan adalah menganggap target yang meleset sebagai kegagalan.

Padahal, target dapat disesuaikan.

Misalnya, Anda awalnya ingin mengumpulkan Rp20 juta hingga Desember, tetapi kondisi saat ini membuat target tersebut terlalu berat. Ada beberapa penyesuaian yang dapat dilakukan. Misalnya, memperpanjang waktu pencapaian, menurunkan target sementara, mengurangi pengeluaran tertentu, atau mencari ruang tambahan dalam arus kas.

Dengan begitu, Anda tetap bergerak menuju tujuan tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan sehari-hari.

 
7. Buat Target yang Lebih Spesifik untuk Sisa Tahun Ini

Daripada hanya menulis “ingin lebih hemat”, buat target yang bisa diukur. Misalnya:

Target: Dana pendidikan Rp15 juta
Dana saat ini: Rp10 juta
Kekurangan: Rp5 juta
Target waktu: 5 bulan
Alokasi bulanan: Rp1 juta

Cara sederhana seperti ini membuat progres lebih mudah dipantau.

Prinsip yang sama dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dana darurat, kurban, umrah, pendidikan, hingga rencana memiliki rumah.

Jika salah satu target jangka panjang Anda adalah memiliki hunian, Anda juga dapat mulai mempersiapkan kemampuan finansial sejak sekarang, mulai dari dana awal hingga kemampuan membayar angsuran. Ketika sudah siap melangkah lebih jauh, KPR iB Hijrah Bank Muamalat dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan rumah berbasis prinsip syariah yang dapat dipertimbangkan.

 
September Bisa Jadi Momentum untuk Mulai Lagi

Perencanaan keuangan tidak harus selalu berjalan sempurna.

Ada kalanya target tercapai lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih panjang, dan ada pula yang perlu disesuaikan karena prioritas kehidupan berubah.

Yang penting adalah mengetahui posisi keuangan saat ini dan tetap memiliki arah untuk melangkah berikutnya.

September masih menyisakan waktu untuk mengecek kembali target, menata prioritas, dan membangun kebiasaan finansial yang lebih terarah. Mulailah dari langkah sederhana, lihat kembali tujuanmu, hitung kemampuanmu, lalu sisihkan dana secara konsisten sesuai kebutuhan.

Yuk, tata kembali keuangan di September ini bersama Bank Muamalat.
 

Baca Juga :