Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-05-21

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah? Ini Keutamaan, Niat, dan Tata Cara Menjalankannya

Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momen istimewa bagi muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di antara amalan sunnah yang dianjurkan pada hari-hari awal Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar serta menjadi kesempatan untuk meraih pahala berlimpah menjelang Iduladha.

 

Bagi sebagian orang, puasa Tarwiyah dan Arafah mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan keduanya, waktu pelaksanaannya, hingga tata cara menjalankannya dengan benar. Agar ibadah semakin maksimal, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

 

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, tepatnya menjelang Iduladha.

  • Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
  • Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Iduladha.

 

Kedua puasa ini sangat dianjurkan bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jemaah haji yang sedang menjalankan wukuf di Arafah, puasa Arafah tidak disunnahkan karena dikhawatirkan dapat melemahkan kondisi fisik saat menjalani rangkaian ibadah haji.

 

Puasa Tarwiyah sendiri berkaitan dengan persiapan jemaah haji menuju Arafah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan bertepatan dengan momentum wukuf di Padang Arafah yang menjadi salah satu rukun haji.

 

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

 

Melaksanakan puasa sunnah di awal Dzulhijjah termasuk amalan yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar.

 

Puasa Tarwiyah dipercaya memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa setahun yang lalu. Sementara puasa Arafah memiliki keutamaan lebih besar, yaitu menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

 

Selain menjadi sarana meraih pahala, puasa sunnah ini juga dapat menjadi momentum untuk:

  • melatih kesabaran dan pengendalian diri,
  • meningkatkan kualitas ibadah,
  • memperbanyak dzikir dan doa,
  • memperkuat rasa syukur,
  • serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjelang Iduladha.
 
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026

 

Berdasarkan kalender Hijriah 2026:

  • Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026

Tanggal dapat menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah dan penetapan resmi awal Dzulhijjah.

 
Niat Puasa Tarwiyah

Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah, muslim dianjurkan membaca niat puasa sunnah.

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala

“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘ala.”

 
Niat Puasa Arafah

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”

Dalam puasa sunnah, niat masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

 
Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

 

Pada dasarnya, tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Membaca Niat Puasa
    Niat dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal (masuk waktu Zuhur), selama belum makan atau minum.
  1. Melaksanakan Sahur
    Sahur menjadi sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW karena mengandung keberkahan. Selain membantu menjaga stamina tubuh, waktu sahur juga menjadi momen baik untuk memperbanyak doa dan istighfar.
  1. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
    Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga menjadi latihan menjaga lisan, emosi, serta perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala ibadah.
  1. Memperbanyak Ibadah
    Agar puasa semakin bermakna, isi hari dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa.
  1. Menyegerakan Berbuka
    Saat waktu Magrib tiba, dianjurkan untuk segera berbuka puasa dan membaca doa berbuka.

 

Amalan yang Dianjurkan Selama Awal Dzulhijjah

 

Selain puasa Tarwiyah dan Arafah, ada beberapa amalan lain yang dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, di antaranya:

  • memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil,
  • membaca Al-Qur’an,
  • bersedekah,
  • memperbanyak doa,
  • melaksanakan salat sunnah,
  • serta menyiapkan ibadah kurban bagi yang mampu.

Momentum ini dapat menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh sebelum datangnya Iduladha.

 

Hikmah Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah

 

Puasa sunnah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih hati agar lebih tenang dan penuh rasa syukur. Di tengah aktivitas sehari-hari yang padat, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi pengingat untuk kembali memperkuat hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

Selain mendapatkan pahala, puasa ini juga dapat membantu membangun disiplin diri, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Menjelang Iduladha, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan memahami niat, keutamaan, dan tata cara pelaksanaannya, semoga ibadah yang dijalankan dapat menjadi lebih khusyuk dan penuh makna.

 

Baca Juga :