Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-06-15

10 Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan untuk Umat Islam

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam kalender Hijriah. Selain menjadi penanda pergantian tahun baru Islam, Muharram juga termasuk dalam empat bulan mulia yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kehadiran bulan ini menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta melakukan refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Sebagai bulan pembuka tahun Hijriah, Muharram sering dimaknai sebagai waktu untuk memulai lembaran baru dengan berbagai amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Lalu, apa saja amalan bulan Muharram yang dianjurkan? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Mengapa Bulan Muharram Istimewa dalam Islam?

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam, selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)

Keistimewaan Muharram juga disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan selama bulan Muharram.

 
10 Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan
 
  1. Memperbanyak Puasa Sunnah
    Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa wajib Ramadan.
    Puasa sunnah dapat dilakukan pada berbagai hari di bulan Muharram sesuai kemampuan masing-masing. Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, puasa juga melatih kesabaran dan pengendalian diri.
  2. Menjalankan Puasa Asyura pada 10 Muharram
    Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
    "Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
    Karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih ampunan dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  3. Menunaikan Puasa Tasu'a pada 9 Muharram
    Selain puasa Asyura, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram.
    Rasulullah SAW berkeinginan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan pelaksanaan puasa Tasu'a dan Asyura secara berurutan.
  4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
    Dzikir dan istighfar merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Muharram. Mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istighfar dapat membantu menenangkan hati sekaligus meningkatkan keimanan.
    Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu.
  5. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur'an
    Muharram dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur'an. Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca.
    Jika selama ini belum memiliki target tilawah yang konsisten, awal tahun Hijriah bisa menjadi kesempatan untuk mulai membangun kebiasaan tersebut.
  6. Memperbanyak Sedekah
    Sedekah termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berbagi kepada sesama tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan.
    Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan materi, makanan, hingga memberikan dukungan dan perhatian kepada orang lain.
  7. Menjaga dan Mempererat Silaturahmi
    Hubungan yang baik dengan keluarga, kerabat, dan sahabat merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Bulan Muharram dapat dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena kesibukan atau jarak.
    Silaturahmi tidak harus dilakukan secara langsung. Di era digital, menjaga komunikasi melalui telepon atau pesan juga dapat menjadi bentuk perhatian yang bernilai ibadah.
  8. Memperbanyak Doa dan Muhasabah Diri
    Pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Umat Islam dapat mengevaluasi berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, hubungan sosial, hingga tanggung jawab sehari-hari.
    Muhasabah membantu seseorang mengenali kekurangan yang perlu diperbaiki sekaligus mensyukuri nikmat yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan.
  9. Menyusun Target Ibadah dan Kehidupan yang Lebih Baik
    Semangat hijrah yang menjadi latar belakang kalender Hijriah dapat dijadikan inspirasi untuk membuat perubahan positif.
    Target tersebut tidak harus besar. Memulai salat tepat waktu, rutin membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, atau meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga merupakan langkah kecil yang dapat membawa dampak besar dalam kehidupan.
  10. Meningkatkan Kepedulian Sosial
    Islam mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, bulan Muharram menjadi momentum yang baik untuk memperkuat rasa empati dan solidaritas sosial.
    Membantu tetangga yang membutuhkan, mendukung kegiatan sosial, atau berkontribusi dalam program kemanusiaan merupakan contoh nyata kepedulian yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Anda kini bahkan bisa melakukan banyak kebaikan cukup melalui genggaman melalui fitur Hijrah Amal di Muamalat DIN.
 
Hal-Hal yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram

Selain memperbanyak amalan kebaikan, umat Islam juga perlu menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:

  • Melakukan perbuatan maksiat dan melanggar perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  • Menyebarkan kebencian, fitnah, atau permusuhan.
  • Mengabaikan kewajiban ibadah yang telah ditetapkan.
  • Mempercayai mitos atau ritual tertentu yang tidak memiliki dasar dalam Al-Qur'an maupun hadis.

Sebagai bulan yang dimuliakan, Muharram seharusnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas diri.

 
Jadikan Muharram sebagai Awal Perubahan yang Lebih Baik

Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam. Di balik momentum tersebut terdapat kesempatan berharga untuk memperbarui niat, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal saleh.

Melalui amalan-amalan seperti puasa sunnah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, hingga melakukan muhasabah diri, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

Semangat hijrah yang menjadi ruh Tahun Baru Islam juga dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam merencanakan masa depan yang lebih baik. Dengan pengelolaan keuangan yang terencana dan sesuai prinsip syariah, setiap langkah menuju tujuan hidup dapat dijalani dengan lebih tenang dan penuh keberkahan. Bank Muamalat hadir menemani perjalanan hijrah tersebut melalui berbagai solusi keuangan syariah yang dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia untuk hijrah yang lebih bermakna.
 

Baca Juga :