Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-05-26

Bacaan Takbiran Iduladha Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya

Malam Iduladha selalu terasa istimewa bagi umat Islam. Kumandang takbir yang menggema di masjid, musala, hingga rumah-rumah menghadirkan suasana penuh syukur dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tradisi takbiran bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi syiar Islam yang menghidupkan semangat ibadah di bulan Dzulhijjah.

 

Takbiran Iduladha menjadi momen untuk mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala sekaligus mengingat kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan. Karena itu, memahami makna, waktu pelaksanaan, hingga keutamaan takbir sangat penting agar ibadah yang dilakukan terasa lebih bermakna.

 

Apa Itu Takbiran Iduladha?

 

Takbiran Iduladha adalah aktivitas melafalkan kalimat takbir untuk mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjelang dan selama Iduladha serta hari Tasyrik. Tradisi ini dilakukan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kesempatan beribadah di bulan Dzulhijjah.

Kalimat takbir yang sering dilantunkan adalah:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allahu Akbar wa lillaahil hamd.

Artinya:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.

 

Takbir dapat dikumandangkan sendiri, bersama keluarga, maupun berjamaah di masjid dan musala. Di Indonesia, tradisi takbiran juga identik dengan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Kurban.

 

Makna Takbiran Iduladha

 

Takbiran bukan hanya lantunan zikir di lisan. Di balik kalimat yang diucapkan, terdapat makna spiritual yang mendalam bagi setiap muslim.

  1. Mengagungkan Kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala
    Kalimat “Allahu Akbar” menjadi pengingat bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Manusia mungkin memiliki harta, jabatan, dan pencapaian duniawi, tetapi semuanya hanyalah titipan sementara.
    Dengan memperbanyak takbir, hati diajak untuk kembali rendah hati dan menyadari bahwa seluruh kehidupan berada dalam kuasa-Nya.
  2. Menguatkan Tauhid
    Takbir juga menjadi bentuk pengakuan bahwa hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang layak disembah. Kalimat “Laa ilaaha illallah” memperkuat keyakinan seorang muslim agar tidak menggantungkan hidup kepada selain-Nya.
    Semangat tauhid inilah yang menjadi inti dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan penuh keimanan.
  3. Ungkapan Syukur
    Hari Iduladha merupakan momentum untuk bersyukur atas nikmat kesehatan, rezeki, dan kesempatan beribadah. Takbir menjadi bentuk rasa syukur yang diungkapkan melalui zikir dan pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
    Selain itu, momen Iduladha juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban dan sedekah.
  4. Menghidupkan Syiar Islam 
    Kumandang takbir yang terdengar di berbagai tempat menjadi simbol syiar Islam yang menguatkan ukhuwah umat. Takbiran menghadirkan suasana religius yang mengingatkan masyarakat akan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan pentingnya meningkatkan ketakwaan.
 
Hukum Mengumandangkan Takbir Iduladha

 

Mengumandangkan takbir pada Iduladha hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Takbir juga menjadi salah satu amalan yang dapat menghidupkan malam Iduladha dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

 
Jenis Takbir Iduladha

 

Dalam pelaksanaannya, takbir Iduladha terbagi menjadi dua jenis.

  1. Takbir Mursal 
    Takbir mursal adalah takbir yang tidak terikat waktu salat. Takbir ini dapat dikumandangkan kapan saja sejak malam Iduladha hingga pelaksanaan salat Id. 
    Biasanya takbir mursal terdengar di masjid, musala, rumah, hingga sepanjang perjalanan menuju tempat salat Id.
  2. Takbir Muqayyad 
    Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah salat fardu. Takbir ini dilaksanakan mulai setelah salat Subuh tanggal 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah hingga setelah salat Asar tanggal 13 Dzulhijjah, yaitu akhir hari Tasyrik.
 
Waktu Pelaksanaan Takbiran Iduladha

 

Takbiran Iduladha dimulai sejak matahari terbenam pada malam 10 Dzulhijjah dan terus berlangsung hingga hari-hari Tasyrik.

Berikut rincian waktunya:

  • Takbir malam Iduladha: dimulai sejak magrib malam 10 Dzulhijjah sampai sebelum salat Id.
  • Takbir setelah salat fardu: dimulai sejak Subuh 9 Dzulhijjah hingga Asar 13 Dzulhijjah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan takbir selama hari-hari istimewa tersebut.

 
Keutamaan Takbiran Iduladha

 

Ada banyak keutamaan dari mengumandangkan takbir di Hari Raya Kurban.

 
Mendapat Pahala Zikir

Takbir termasuk zikir yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semakin banyak seorang muslim mengingat Allah, semakin besar pula pahala dan ketenangan hati yang diperoleh.

 
Menghidupkan Hari-Hari Mulia

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Menghidupkannya dengan takbir, tahmid, dan tahlil menjadi amalan yang dianjurkan.

 
Menambah Rasa Kebersamaan

Takbiran sering dilakukan bersama keluarga dan masyarakat. Momen ini menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, sekaligus mempererat ukhuwah antarumat Islam.

 
Menjadi Pengingat untuk Berbagi

Iduladha identik dengan ibadah kurban dan kepedulian sosial. Kumandang takbir menjadi pengingat bahwa kebahagiaan hari raya sebaiknya juga dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

 
Adab Bertakbir pada Iduladha

Agar pelaksanaan takbir tetap sesuai dengan nilai ibadah, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan:

  • Melafalkan takbir dengan penuh kekhusyukan.
  • Menghindari aktivitas yang berlebihan dan mengganggu ketertiban.
  • Menjaga suasana tetap kondusif dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
  • Mengisi malam takbiran dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah.
  • Memperbanyak doa, zikir, dan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
 
Lengkapi Momen Iduladha dengan Berbagi Kebaikan

 

Iduladha bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama. Selain memperbanyak takbir dan ibadah, umat Islam juga dianjurkan menyisihkan rezeki untuk berbagi melalui sedekah maupun kurban.

 

Melalui Muamalat DIN, berbagai kebutuhan transaksi ibadah dapat dilakukan lebih praktis dan nyaman. Mulai dari menabung untuk rencana kurban, berdonasi, hingga melakukan transaksi harian sesuai prinsip syariah.

 
Dengan persiapan yang baik, momen Iduladha dapat menjadi waktu yang penuh keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan bersama keluarga serta orang-orang tercinta.
 

Baca Juga :