Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-09-24

Gajian Tiba, Ini 5 Cara Atur Gaji agar Lebih Tertata

Hari gajian memang selalu ditunggu. Setelah bekerja selama sebulan, rasanya ingin segera membayar tagihan, checkout barang yang sudah lama masuk wishlist, makan enak, atau sekadar memberi hadiah untuk diri sendiri.

 

Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja. Namun, kalau tidak diatur sejak awal, gaji yang baru masuk bisa terasa cepat sekali berkurang. Belum sampai akhir bulan, saldo sudah mulai menipis dan rencana menabung kembali tertunda.

 

Karena itu, mengatur keuangan setelah gajian tidak selalu berarti harus mengurangi semua kesenangan. Kuncinya adalah menentukan prioritas dan membagi penghasilan sesuai kebutuhan sejak awal.

 

Lalu, bagaimana cara mengatur gaji agar kebutuhan hari ini tetap terpenuhi tanpa melupakan rencana untuk masa depan?

 

  1. Mulai dari Kebutuhan Utama

    Begitu gaji masuk, coba hindari langsung menggunakannya untuk berbagai pengeluaran sekaligus. Mulailah dengan mencatat kebutuhan yang memang harus dipenuhi selama satu bulan.

    Misalnya:

    • biaya makan dan kebutuhan rumah tangga,
    • tagihan listrik, air, internet, atau telepon,
    • biaya transportasi,
    • cicilan atau kewajiban rutin,
    • biaya pendidikan,
    • serta kebutuhan rutin lainnya.

    Dengan mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan utama, Anda bisa melihat berapa bagian penghasilan yang masih dapat dialokasikan untuk tabungan, rencana masa depan, dan kebutuhan lainnya.

    Agar lebih mudah, Anda juga bisa memisahkan rekening untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. Tabungan iB Hijrah Bank Muamalat, misalnya, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi melalui Muamalat DIN maupun Kartu Shar-E Debit Muamalat.

  2. Sisihkan Tabungan di Awal Gajian

    Salah satu kebiasaan yang bisa dicoba setelah menerima gaji adalah menyisihkan dana untuk tabungan sejak awal, bukan menunggu ada sisa di akhir bulan.

    Sebab, ketika seluruh penghasilan berada dalam satu rekening, batas antara uang yang boleh digunakan dan uang yang seharusnya disimpan bisa menjadi kurang jelas.

    Nominalnya pun tidak harus selalu besar. Anda dapat menentukan jumlah sesuai kondisi keuangan dan mempertahankannya secara konsisten setiap bulan.

    Lebih baik lagi jika dana yang disisihkan memiliki tujuan yang jelas. Misalnya untuk dana darurat, pendidikan, liburan, kurban, umrah, atau kebutuhan lain yang ingin diwujudkan.

    Untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan, Anda dapat memanfaatkan fitur Dana Impian di Muamalat DIN. Melalui fitur ini, Anda dapat menentukan target dan periode menabung serta memantau perkembangan dana yang telah dikumpulkan.

  3. Mulai Persiapkan Rencana Jangka Panjang

    Selain kebutuhan bulan ini, coba lihat kembali rencana yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

    Apakah ingin mempersiapkan biaya pendidikan anak? Menikah? Renovasi rumah? Menyiapkan dana ibadah? Atau memiliki dana untuk kebutuhan masa depan lainnya?

    Tujuan yang masih terasa jauh justru bisa mulai dipersiapkan sedikit demi sedikit saat menerima gaji.

    Anda dapat menentukan target dana dan waktu yang tersedia, kemudian memperkirakan berapa nominal yang perlu disisihkan setiap bulan. Dengan begitu, tujuan keuangan tidak berhenti sebagai rencana.

    Untuk kebutuhan yang ingin dipersiapkan secara rutin, Tabungan iB Hijrah Rencana dapat menjadi salah satu pilihan. Tabungan ini menggunakan setoran rutin bulanan dengan pilihan jangka waktu mulai dari 3 bulan hingga 20 tahun, sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

  4. Tetap Siapkan Budget untuk Lifestyle

    Mengatur keuangan bukan berarti tidak boleh ngopi, makan enak, menonton film, belanja, atau jalan-jalan.

    Pengeluaran untuk lifestyle tetap bisa masuk ke dalam budget selama porsinya disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

    Setelah kebutuhan utama dan tabungan sudah dialokasikan, tentukan berapa dana yang memang boleh digunakan untuk kebutuhan tersebut. Cara ini dapat membantu Anda menikmati hasil kerja tanpa mengganggu pos yang sudah disiapkan untuk kebutuhan lain.

    Misalnya, buat satu budget khusus untuk makan di luar, hiburan, atau belanja selama satu bulan. Jika budget tersebut mulai menipis, itu bisa menjadi pengingat untuk mengurangi pengeluaran hingga periode gajian berikutnya.

    Jadi, bukan soal berhenti menikmati hidup, tetapi tahu batas pengeluaran yang sudah ditentukan.

  5. Jangan Lupa Evaluasi Pengeluaran

    Pengaturan gaji tidak harus selalu menggunakan rumus yang sama setiap bulan.

    Ada bulan ketika pengeluaran rutin meningkat. Ada juga periode ketika kebutuhan lebih sedikit sehingga Anda memiliki ruang lebih besar untuk menabung.

    Karena itu, luangkan waktu untuk mengecek kembali pengeluaran secara berkala. Lihat pos mana yang paling banyak menghabiskan budget dan apakah pengeluaran tersebut memang sesuai dengan prioritas Anda.

    Dari evaluasi sederhana ini, Anda bisa menyesuaikan pembagian gaji pada bulan berikutnya.

    Jika ternyata terlalu banyak digunakan untuk kebutuhan lifestyle, budgetnya dapat dikurangi. Sebaliknya, ketika memiliki dana lebih, Anda bisa menambah porsi untuk tabungan atau mempercepat pencapaian tujuan keuangan.

 
Gaji Boleh Dinikmati, Masa Depan Tetap Dipersiapkan
 

Tidak ada satu cara mengatur gaji yang berlaku untuk semua orang. Besarnya penghasilan, kebutuhan, tanggungan, hingga tujuan keuangan setiap orang tentu berbeda. Yang terpenting adalah mengetahui ke mana penghasilan akan dialokasikan sejak awal. Mulai dengan memenuhi kebutuhan utama, sisihkan sebagian untuk tabungan dan rencana masa depan, lalu gunakan bagian yang memang sudah dialokasikan untuk menikmati hasil kerja.

 

Bank Muamalat juga menyediakan berbagai solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan keuangan Anda, mulai dari Tabungan iB Hijrah untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, Dana Impian di Muamalat DIN untuk membantu menyiapkan target tertentu, hingga Tabungan iB Hijrah Rencana untuk tujuan keuangan yang ingin dipersiapkan secara rutin.

 

Jadi, saat gajian berikutnya datang, jangan biarkan langsung hilang. Atur seperlunya, sisihkan semampunya, dan nikmati sisanya.
 

Baca Juga :