Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-08-20

Dzikir Saat Haid, Apakah Diperbolehkan? Ini Penjelasannya

Haid merupakan kondisi alami yang dialami wanita. Dalam Islam, wanita yang sedang haid mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan sejumlah ibadah tertentu, seperti salat dan puasa. Meski demikian, kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap terbuka melalui berbagai amalan.

 

Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah berdzikir. Dzikir dapat menjadi cara untuk senantiasa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala sekaligus menjaga ketenangan hati selama menjalani aktivitas sehari-hari.

 

Lantas, bolehkah dzikir saat haid? Apa saja bacaan dzikir dan amalan yang dapat dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Apakah Boleh Dzikir Saat Haid?

Pada dasarnya, wanita yang sedang haid diperbolehkan untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kondisi haid tidak menghalangi seorang muslimah untuk mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat, maupun memanjatkan doa.

Dalam QS. Al-Ahzab ayat 41, Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersabda:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya

Melalui ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan orang-orang beriman untuk banyak mengingat-Nya. Perintah berdzikir tersebut menunjukkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam kehidupan sehari-hari.

Kebolehan berdzikir bagi wanita haid juga dijelaskan dalam pembahasan para ulama. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menerangkan bahwa wanita haid maupun orang yang sedang junub diperbolehkan membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, shalawat, doa, dan bentuk dzikir lainnya.

Dengan demikian, datangnya haid bukan berarti seluruh aktivitas ibadah harus berhenti. Ada banyak bentuk ibadah yang tetap dapat dilakukan selama sesuai dengan ketentuan syariat.

 
Mengapa Dzikir Tetap Bisa Dilakukan Saat Haid?

Ada beberapa ibadah yang memiliki ketentuan khusus terkait kondisi suci dari hadas. Namun, ketentuan tersebut tidak serta-merta berlaku pada seluruh bentuk ibadah.

Dzikir termasuk ibadah yang dapat dilakukan dalam berbagai keadaan. Bahkan dalam aktivitas sehari-hari, seorang muslim dianjurkan untuk senantiasa mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Hal ini juga dapat dipahami dari hadis mengenai Aisyah RA ketika mengalami haid dalam pelaksanaan ibadah haji. Rasulullah SAW mempersilakan Aisyah melakukan aktivitas sebagaimana jamaah haji lainnya, dengan pengecualian melakukan thawaf hingga kembali suci.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa wanita haid masih memiliki ruang yang luas untuk melakukan berbagai bentuk kebaikan dan ibadah yang memang diperbolehkan.

 
Bacaan Dzikir Saat Haid yang Bisa Diamalkan

Tidak ada bacaan khusus yang hanya diperuntukkan bagi wanita ketika sedang haid. Muslimah dapat membaca berbagai dzikir yang biasa diamalkan sehari-hari.

Berikut beberapa bacaan dzikir saat haid yang dapat diamalkan.

1. Istighfar

Memperbanyak istighfar menjadi salah satu amalan sederhana yang dapat dilakukan kapan saja.

Astaghfirullah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Istighfar merupakan bentuk permohonan ampun sekaligus pengingat agar seorang muslim senantiasa melakukan introspeksi diri.

2. Tasbih

Bacaan tasbih dapat diamalkan untuk mengingat dan menyucikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Subhanallah

Artinya: “Mahasuci Allah.”

Bacaan yang singkat membuat tasbih mudah diamalkan di sela berbagai aktivitas.

3. Tahmid

Selain tasbih, muslimah juga dapat memperbanyak tahmid dengan mengucapkan:

Alhamdulillah

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Tahmid menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

4. Tahlil

Bacaan tahlil berbunyi:

Laa ilaaha illallah

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Tahlil merupakan kalimat tauhid yang dapat dibaca kapan saja, termasuk ketika sedang haid.

5. Takbir

Bacaan berikutnya yang dapat diamalkan adalah:

Allahu Akbar

Artinya: “Allah Mahabesar.”

Takbir mengingatkan seorang muslim mengenai kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala di atas segala sesuatu.

6. Hauqalah

Muslimah juga dapat membaca:

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Bacaan ini dapat menjadi pengingat untuk selalu bersandar dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam menjalani berbagai keadaan.

7. Shalawat

Haid juga tidak menghalangi seorang muslimah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:

Allahumma shalli ‘ala Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.”

Shalawat dapat diamalkan pada pagi, sore, malam hari, maupun di sela aktivitas sehari-hari.

 
Apakah Boleh Membaca Dzikir Pagi dan Petang Saat Haid?

Selain dzikir umum, wanita haid tetap dapat mengamalkan dzikir pagi dan petang.

Dzikir pagi dan petang berisi berbagai doa serta kalimat untuk mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena itu, datangnya haid tidak perlu membuat kebiasaan berdzikir yang telah dilakukan setiap hari terputus.

Muslimah dapat memanfaatkan waktu setelah bangun tidur, pada pagi hari, menjelang sore, atau waktu luang lainnya untuk berdzikir dan berdoa.

Konsistensi dalam berdzikir dapat membantu menjaga rutinitas ibadah meskipun untuk sementara tidak menjalankan salat.

 
Bolehkah Membaca Al-Qur’an Saat Haid?

Pertanyaan mengenai membaca Al-Qur’an saat haid memiliki pembahasan yang lebih khusus karena terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Dalam Mazhab Syafi’i, wanita haid pada dasarnya tidak diperbolehkan melafalkan Al-Qur’an dengan niat membaca atau tilawah. Sementara itu, terdapat pendapat dari mazhab maupun ulama lain yang memberikan kelonggaran dalam kondisi tertentu, antara lain untuk menjaga hafalan.

Adapun membaca ayat yang biasa digunakan sebagai doa atau dzikir memiliki pembahasan tersendiri terkait niat ketika membacanya.

Karena terdapat perbedaan pendapat, muslimah dapat mengikuti pandangan ulama atau pedoman keagamaan yang dipercaya. Jika ingin tetap dekat dengan Al-Qur’an selama haid, beberapa aktivitas lain yang dapat dilakukan antara lain mendengarkan lantunan Al-Qur’an serta mempelajari terjemahan dan tafsirnya.

 
Amalan Saat Haid Selain Dzikir

Tidak dapat menjalankan salat atau berpuasa bukan berarti kesempatan memperoleh pahala menjadi tertutup. Ada berbagai amalan saat haid yang dapat mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat.

1. Memperbanyak Doa

Berdoa tidak mensyaratkan seseorang harus dalam keadaan suci dari haid. Karena itu, muslimah tetap dapat menyampaikan doa dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengenai berbagai hal.

2. Bershalawat

Shalawat dapat diamalkan dengan mudah di berbagai kesempatan. Kebiasaan ini juga dapat menjadi salah satu cara menjaga lisan tetap digunakan untuk mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Mendengarkan Kajian

Waktu yang biasanya digunakan untuk ibadah tertentu dapat diisi dengan mempelajari ilmu agama, baik melalui kajian, buku, maupun sumber pembelajaran tepercaya.

4. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan tanpa terikat kondisi haid. Bentuknya pun beragam, mulai dari memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan hingga menyalurkan dana untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kini bersedekah juga bisa dilakukan dengan mudah, kapan pun dan di mana pun melalui fitur Ziswaf di Muamalat DIN.

5. Berbuat Baik kepada Sesama

Membantu keluarga, menjaga silaturahmi, berbagi ilmu yang bermanfaat, hingga memberikan pertolongan kepada orang lain juga dapat menjadi bagian dari aktivitas positif selama haid.

 
Tips Agar Tetap Istiqamah Beribadah Saat Haid

Perubahan rutinitas ketika haid terkadang membuat kebiasaan ibadah ikut berubah. Agar tetap istiqamah, buatlah rutinitas sederhana yang mudah dijalankan.

Misalnya, gunakan waktu yang biasanya dialokasikan untuk salat untuk berdzikir dan berdoa selama beberapa menit. Muslimah juga dapat menentukan target membaca buku keislaman, mendengarkan kajian, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah.

Dengan cara tersebut, waktu selama haid tetap dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menjaga kedekatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 
Tetap Dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Meski Sedang Haid

Jadi, bolehkah dzikir saat haid? Jawabannya, boleh. Muslimah tetap dapat membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah, shalawat, dan berbagai doa.

Haid memang membuat beberapa bentuk ibadah memiliki ketentuan berbeda. Namun, masih banyak jalan untuk mengisi hari dengan kebaikan. Dzikir, doa, belajar ilmu agama, membantu sesama, dan bersedekah dapat menjadi pilihan amalan yang dilakukan.

Kemudahan teknologi juga membuat berbagai aktivitas kebaikan dapat dilakukan secara praktis, termasuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun donasi secara digital melalui layanan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Dengan tetap menjaga dzikir dan memperbanyak amal baik, masa haid tetap dapat menjadi waktu yang bermakna untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
 

Baca Juga :