Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-05-19

Waspada Modus Pura-pura Scan QRIS, Begini Cara Menghindari Penipuan Saat Transaksi

Transaksi digital kini semakin praktis berkat hadirnya QRIS. Cukup scan barcode, pembayaran bisa langsung dilakukan hanya dalam hitungan detik. Namun di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga perlu semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, salah satunya modus pura-pura scan QRIS.

 

Modus ini kerap menyasar pelaku usaha, UMKM, kasir toko, hingga penjual makanan dan minuman yang melayani pembayaran menggunakan QRIS. Pelaku berpura-pura melakukan pembayaran, padahal transaksi sebenarnya belum berhasil atau bahkan tidak pernah dilakukan sama sekali.

 

Agar transaksi tetap aman dan nyaman, penting untuk memahami bagaimana modus ini bekerja serta langkah pencegahannya.

 

Apa Itu Modus Pura-pura Scan QRIS?

 

Modus pura-pura scan QRIS adalah tindakan penipuan ketika seseorang berpura-pura melakukan pembayaran menggunakan QRIS, tetapi dana sebenarnya tidak masuk ke rekening atau aplikasi merchant.

Biasanya pelaku akan menunjukkan layar ponsel seolah transaksi berhasil, padahal:

  • Belum menekan tombol bayar
  • Menggunakan gambar palsu atau screenshot
  • Hanya membuka kamera biasa, bukan aplikasi pembayaran
  • Menunjukkan bukti transfer editan
  • Membatalkan transaksi setelah scan dilakukan

 

Karena situasi toko atau antrean yang ramai, penjual terkadang langsung percaya tanpa melakukan pengecekan ulang. Inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku.

 

Kenapa Modus Penipuan QRIS Perlu Diwaspadai?

 

Penggunaan pembayaran digital yang semakin luas membuat penipu mencari celah baru untuk mengambil keuntungan. Jika tidak teliti, kerugian bisa terjadi baik dalam nominal kecil maupun besar.

Beberapa alasan mengapa modus ini perlu diwaspadai antara lain:

  1. Sulit Dikenali Sekilas
    Pelaku biasanya bertindak sangat meyakinkan dan terburu-buru agar korban tidak sempat mengecek transaksi dengan benar.
  1. Memanfaatkan Kelengahan Saat Ramai
    Jam sibuk menjadi waktu yang sering dimanfaatkan karena kasir atau penjual fokus melayani antrean.
  1. Bukti Transfer Bisa Dipalsukan
    Saat ini screenshot atau tampilan transaksi palsu bisa dibuat menyerupai asli sehingga perlu verifikasi langsung melalui aplikasi merchant atau mobile banking.
  1. Menargetkan UMKM dan Pedagang
    Banyak pelaku usaha kecil belum memiliki sistem pengecekan pembayaran yang disiplin sehingga lebih rentan menjadi korban.
 
Ciri-ciri Modus Pura-pura Scan QRIS

 

Agar lebih waspada, berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan saat menerima pembayaran QRIS:

  • Pembeli terlihat hanya membuka kamera ponsel, bukan aplikasi mobile banking atau dompet digital
  • Pembeli buru-buru meninggalkan lokasi setelah menunjukkan layar
  • Bukti pembayaran hanya berupa screenshot
  • Tidak ada notifikasi transaksi masuk
  • Nominal transaksi tidak sesuai
  • Nama penerima pembayaran berbeda
  • Status transaksi masih pending atau gagal

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, jangan langsung mengonfirmasi pembayaran sebelum melakukan pengecekan.

 
Cara Aman Menerima Pembayaran QRIS

 

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan agar transaksi QRIS lebih aman:

 
1. Pastikan Pembeli Menggunakan Aplikasi Pembayaran Resmi

Pembayaran QRIS seharusnya dilakukan melalui:

  • Mobile banking
  • Aplikasi bank digital
  • Dompet digital resmi

Bukan melalui kamera biasa atau galeri foto.

2. Selalu Cek Status Pembayaran

Jangan hanya melihat dari layar pembeli. Pastikan transaksi benar-benar masuk melalui:

  • Aplikasi merchant
  • Mobile banking
  • Notifikasi pembayaran resmi

Pastikan status transaksi berhasil atau sukses sebelum menyerahkan barang.

3. Cocokkan Nama Penerima dan Nominal

Periksa apakah:

  • Nama merchant sesuai
  • Nominal pembayaran benar
  • Waktu transaksi sesuai

Langkah sederhana ini sangat penting untuk menghindari kesalahan maupun penipuan.

4. Jangan Pernah Bagikan PIN dan OTP

PIN, OTP, password, dan data login bersifat rahasia. Pihak bank tidak pernah meminta informasi tersebut kepada nasabah.

Jika ada pihak yang meminta data tersebut dengan alasan apa pun, segera abaikan.

5. Jangan Ragu Menunda Konfirmasi

Jika ada hal yang mencurigakan, hentikan transaksi sementara dan lakukan pengecekan ulang. Lebih baik sedikit lebih lama daripada mengalami kerugian.

 
Tips Aman Bertransaksi Digital untuk Pelaku Usaha

 

Selain waspada terhadap modus QRIS palsu, pelaku usaha juga bisa menerapkan kebiasaan berikut:

  • Gunakan koneksi internet yang stabil
  • Aktifkan notifikasi transaksi real-time
  • Edukasi pegawai atau kasir mengenai modus penipuan digital
  • Periksa mutasi transaksi secara berkala
  • Hindari menerima bukti pembayaran tanpa verifikasi langsung
  • Gunakan perangkat resmi dan aman untuk transaksi

Kedisiplinan dalam melakukan verifikasi menjadi kunci utama menjaga keamanan transaksi digital.

 
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban?

 

Jika terlanjur menjadi korban modus pura-pura scan QRIS, segera lakukan langkah berikut:

  1. Simpan bukti transaksi dan rekaman CCTV jika ada
  2. Catat waktu kejadian serta identitas pelaku bila memungkinkan
  3. Hubungi pihak bank atau penyedia layanan pembayaran
  4. Laporkan ke pihak berwenang apabila diperlukan
  5. Tingkatkan prosedur pengecekan transaksi agar kejadian tidak terulang

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerugian.

 
Tetap Waspada agar Transaksi Lebih Aman

 

Kemudahan transaksi digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Jangan mudah percaya hanya karena pembeli menunjukkan layar ponsel atau screenshot pembayaran.

Pastikan selalu:

  • Pembeli scan QRIS lewat mobile banking atau dompet digital resmi
  • Cek transaksi langsung di aplikasi
  • Cocokkan nama penerima dan status pembayaran
  • Jangan pernah membagikan PIN, OTP, maupun data login
Kalau Ragu, Stop Dulu. Lebih aman cek ulang daripada rugi kemudian.
 

Baca Juga :