Consumer & Retail Banking
Consumer & Retail Banking
Artikel
2026-02-24

8 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan dan Tips Agar Ibadah Tetap Maksimal

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Agar ibadah ini sah dan bernilai sempurna di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, penting untuk memahami berbagai hal yang dapat membatalkan puasa. Pengetahuan ini membantu umat Islam menjaga ibadah dengan benar sekaligus menghindari kesalahan yang bisa membuat puasa harus diganti di kemudian hari.

 

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga menuntut pengendalian diri secara penuh. Oleh karena itu, memahami batasan syariat menjadi bagian penting dari persiapan Ramadan setiap tahun.

 

Berikut penjelasan lengkap mengenai hal-hal yang membatalkan puasa beserta panduan praktis agar ibadah semakin optimal.

 

1. Hilang Akal atau Gangguan Kesadaran

Salah satu syarat sah puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang kehilangan kesadaran, mengalami gangguan jiwa, atau pingsan sepanjang hari, maka puasanya tidak sah.

Kewajiban puasa hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kemampuan akal secara penuh.

 

2. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh Secara Sengaja

Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini berlaku untuk segala sesuatu yang masuk ke tubuh melalui jalur terbuka seperti mulut, hidung, telinga, kemaluan, maupun dubur, jika dilakukan secara sadar.

Namun, jika sesuatu masuk tanpa sengaja, seperti debu yang terhirup atau air yang tertelan saat berkumur, maka puasa tetap sah. Demikian pula ketika seseorang makan atau minum karena lupa, puasanya tetap bisa dilanjutkan.

 

3. Muntah dengan Sengaja

Muntah yang disengaja, misalnya dengan memasukkan jari ke tenggorokan atau cara lain, membatalkan puasa. Hal ini berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya mengqadha puasanya. Dan barang siapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha puasanya.” (HR. Abu Daud).

Jika muntah terjadi karena sakit atau mual alami, puasa tetap sah selama tidak ada yang tertelan kembali.

 

4. Berhubungan Suami Istri di Siang Hari

Hubungan suami istri di siang hari Ramadan membatalkan puasa dan memiliki konsekuensi yang berat. Selain wajib mengganti puasa, pelaku juga dikenakan kafarat sesuai ketentuan syariat.

Kafarat tersebut dapat berupa memerdekakan budak mukmin, atau jika tidak mampu maka berpuasa dua bulan berturut-turut, dan jika masih tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.

 

5. Haid dan Nifas

Wanita yang mengalami haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa. Jika darah keluar di siang hari, puasanya batal meskipun waktunya mendekati berbuka.

Ketentuan ini berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah SAW bersabda: "Bukankah jika seorang wanita sedang haid, ia tidak shalat dan tidak berpuasa?" (HR. Bukhari).

 

6. Keluarnya Mani dengan Sengaja

Keluarnya mani karena rangsangan yang disengaja, seperti masturbasi atau aktivitas lain yang memicu syahwat, membatalkan puasa. Sebab puasa menuntut seseorang menahan diri dari makan, minum, dan dorongan syahwat.

Namun, mimpi basah di siang hari tidak membatalkan puasa karena terjadi di luar kendali.

 

7. Keluar dari Islam (Murtad)

Keimanan merupakan fondasi seluruh ibadah. Jika seseorang keluar dari Islam, maka seluruh amal ibadahnya, termasuk puasa, menjadi batal.

Karena itu menjaga keimanan, keyakinan, serta ucapan selama Ramadan menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah.

 

8. Penggunaan Obat yang Masuk Melalui Lubang Terbuka

Beberapa tindakan medis dapat membatalkan puasa, terutama jika obat tersebut masuk ke tubuh melalui jalur terbuka dan berfungsi sebagai pengganti nutrisi.

Contohnya:

  • Infus nutrisi pengganti makan dan minum
  • Obat melalui dubur atau kemaluan (seperti supositoria tertentu)
  • Tindakan medis yang memasukkan cairan bernutrisi ke tubuh

Sementara itu, suntikan non-nutrisi seperti vaksin, obat injeksi biasa, atau tindakan medis yang tidak menggantikan fungsi makan dan minum umumnya tidak membatalkan puasa.

 

Tips Memaksimalkan Ibadah Ramadan

 

Memahami hal yang membatalkan puasa merupakan langkah awal. Agar Ramadan semakin bermakna, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

 

1. Susun Jadwal Ibadah Harian

Rencanakan waktu membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, dzikir, dan kajian agar Ramadan tidak berlalu begitu saja.

 

2. Jaga Pola Hidup Sehat

Asupan sahur yang seimbang, cukup minum, serta tidur yang teratur membantu menjaga stamina selama berpuasa.

 

3. Kurangi Aktivitas Kurang Bermanfaat

Membatasi konsumsi hiburan berlebihan dan penggunaan media sosial dapat membantu menjaga fokus ibadah.

 

4. Siapkan Anggaran Berbagi

Ramadan adalah momen terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial. Menyisihkan dana khusus memudahkan konsistensi dalam bersedekah.

 

5. Maksimalkan Sepuluh Malam Terakhir

Perbanyak doa, istighfar, qiyamul lail, dan tilawah karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.

 

Dukung Ramadan Lebih Praktis Bersama Bank Muamalat

 

Untuk membantu kelancaran ibadah selama Ramadan, Bank Muamalat senantiasa menemani dengan menyediakan berbagai layanan yang memudahkan aktivitas keuangan dan ibadah sosial Anda.

 

Melalui Muamalat DIN, nasabah dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun wakaf secara praktis kepada mitra terpercaya. Fitur ini mempermudah pengelolaan keuangan sekaligus mendukung semangat berbagi di bulan suci.

 

Dengan pemahaman yang benar dan persiapan yang baik, Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang, khusyuk, serta penuh keberkahan.
 

Baca Juga :