Manajemen Muamalat
Dewan Komisaris
Manajemen Muamalat
Dewan Komisaris
 
Iggi H. Achsien *)
Komisaris Utama/Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir di Indramayu, 3 Februari 1977. Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude. Telah menyelesaikan program Global Leadership Executive MBA di SBM ITB dan Aalto University, Finlandia. Beliau memiliki pengalaman di industri keuangan di bidang perbankan syariah, pasar modal, dan juga asuransi. Aktif terlibat dalam industri keuangan syariah dan dikenal sebagai pioneer dalam penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) di Indonesia dengan penerbitan pertama Obligasi Syariah Mudharabah Indosat tahun 2002. Juga ikut terlibat bersama Kementrian Keuangan dalam proses penerbitan Sukuk Negara tahun 2008.

 

Beliau menjabat Komisaris Independen PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Sham Tahunan tanggal 23 Juni 2014 dan telah mendapatkan keputusan efektif dari OJK tanggal 25 November 2014.

 

*) Efektif menjabat sebagai Komisaris Utama setelah Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK.

Sartono *)
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir di Cirebon, 12 September 1961. Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1987. Pengalaman berkarir sebagai Jaksa Fungsional pada Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejaksaan Agung pada tahun 2021 dan Sekretaris Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejaksaan Agung pada tahun 2019. .

 

Menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 24 Juni 2022 dan saat ini masih dalam proses pengajuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

*) Efektif setelah Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK.

 

Amin Said Husni *)
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir di Pamekasan, 19 Agustus 1966. Memperoleh gelar Sarjana di Fakultas Syari’ah IKAHA, Pesantren Tebuireng Jombang pada tahun 1990. Beliau melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Program Studi Antropologi Budaya dari Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1995. Pengalaman berkarir sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) (2006-2018) dan Anggota Komisi X (Pendidikan) DPR RI dari tahun 2007 hingga tahun 2008.

 

Menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 24 Juni 2022 dan saat ini masih dalam proses pengajuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

*) Efektif setelah Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK

 

Sulistyo Budi*)
Komisaris

Warga negara Indonesia, lahir di Yogyakarta, 30 Agustus 1965. Memperoleh gelar Sarjana dibidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990. Beliau melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Information Technology dari Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1999. Beliau telah berpengalaman di beberapa industri, diantaranya berkiprah di bidang pasar modal, manajemen risiko, dan teknologi informasi. Beliau pernah menduduki berbagai posisi salah satunya sebagai Komisaris di PT Penilai Harga Efek Indonesia, dari tahun 2008 hingga tahun 2010. Selanjutnya beberapa posisi strategis yang dijabat beliau, diantaranya Direktur yang membawahi Jasa Kustodian Sentral dan Teknologi Informasi di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, dari tahun 2010 hingga tahun 2015 dan Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko di PT Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2015 hingga 2018. Selain itu beliau menjabat sebagai Deputi Bidang Penghimpunan, Penempatan dan Investasi Langsung & Lainnya di Badan Pengelola Keuangan Haji sejak tahun 2018 hingga sekarang.

 

Menjabat sebagai Komisaris PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Februari 2022 dan saat ini masih dalam proses pengajuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

 

*) Efektif setelah Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK.

 

Marsudi Syuhud *)
Komisaris

Warga negara Indonesia, lahir di Kebumen, 7 Februari 1964. Memperoleh gelar Sarjana dibidang Pendidikan Bahasa Inggris dari STKIP PGRI Jakarta pada tahun 1995. Beliau melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Tarumanegara dan lulus pada tahun 2006. Gelar Doktor Ekonomi dan Keuangan Islam didapatnya dari Universitas Trisakti pada tahun 2014. Pengalaman berkarir sebagai Dewan Pertimbangan IAEI (2019-sekarang) dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Selain itu beliau menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas di Badan Pengelola Keuangan Haji sejak tahun 2017 hingga sekarang..

 

Menjabat sebagai Komisaris PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 24 Juni 2022 dan saat ini masih dalam proses pengajuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

*) Efektif setelah Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK

Andre Mirza Hartawan
Komisaris

Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta, 9 April 1969. Memperoleh gelar Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (1993) dan gelar Master of Business Administration dari Graduate School of Business, Curtin University Perth Australia (1997), Kandidat Doctor dari Universitas yang sama di tahun 2005 dan gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti (2020). Pernah menjabat sebagai sebagai Komisaris Independen PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (2009-2014), Komisaris Utama di PT Auto Daya Keisindo (2005-2019), Komisaris PT Panca Amara Utama (2009-2019), dan Komisaris Utama PT Auto Daya Aamara (2014-2019), dan Komisaris Utama PT Syres Power Energy (2004-2019). Selain itu beliau menjabat sebagai Komisaris Utama PT Wisma Seratus Sejahtera (2014-sekarang) dan Komisaris Independen PT Bank Oke Indonesia Tbk (2019-sekarang).

 

Menjabat sebagai Komisaris PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Februari 2022 dan telah mendapat keputusan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 19 Juli 2022.