About Muamalat
About Muamalat
News
2021-07-15

SINERGI PENGELOLAAN KEUANGAN HAJI BPKH BERSAMA BPS BPIH

Jakarta,15 Juli 2021, Dana Kelolaan dan Nilai Manfaat dari dana haji yang terus meningkat memberikan manfaat yang baik bagi ekonomi khususnya ekonomi syariah dan kemaslahatan umat.  Salah satunya melalui kerja sama dengan bank-bank Syariah sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). 

 

Dari Laporan Keuangan BPKH, per Desember 2020, dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp144,91 triliun, atau meningkat 16,56% dibandingkan dengan 2019 yang tercatat Rp124,32 Triliun. Alokasi dana haji terkonsentrasi di BPS-BPIH sebesar Rp45,33 triliun (31,3%) berupa deposito dan giro.  Posisi penempatan ini sesuai dengan amanat PP Nomor 5 Tahun 2018 sehingga kemampuan likuiditasnya sangat memadai karena penempatan pada bank-bank Syariah ini sewaktu-waktu bisa dicairkan, sehingga dana haji tidak hanya AMAN tetapi juga Likuiditasnya terjaga.

 

Dalam acara Penandatangaan Perjanjian Kerjasama yang dilaksanakan secara daring pada Kamis,15 Juli 2021, Tahun ini BPKH kembali menetapkan untuk periode tahun 2021 sd 2024:

 

  1. 30 Bank Syariah atau Unit Usaha Syariah untuk melaksanakan fungsi sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH)
  2. 28 Bank Syariah / Unit Usaha Syariah sebagai Bank Penempatan
  3. 24 Bank Syariah / Unit Usaha Syariah sebagai Bank Mitra Investasi
  4. 18 Bank Syariah / Unit Usaha Syariah sebagai Bank Pengelola Nilai Manfaat
  5. 7 Bank Syariah / Unit Usaha Syariah sebagai Bank Pengelola Likuiditas, dan
  6. 1 Bank Syariah sebagai Bank Operasional.

 

Kepala Badan Pelaksana BPKH - Anggito Abimanyu dalam Acara daring yang disiarkan melalui akun media sosial BPKH RI mengatakan “Sinergisme antara BPKH dengan bank-bank BPS BPIH ini memberikan peluang untuk pengembangan keuangan haji yang lebih besar, mendatangkan nilai manfaat untuk pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.  Penempatan dana haji pada perbankan Syariah memberikan sumber dana jangka panjang yang dapat membantu perputaran ekonomi syariah dan kemaslahatan umat.” Terangnya. Ditambah pula sinergi bersama mitra FK KBIHU dalam program program keummatan.

 

“BPKH dan BPS BPIH juga bersinergi dalam peningkatan pelayanan pendaftaran calon jemaah haji antara lain dengan layanan digitalisasi pendaftaran haji dan layanan haji jemput bola keliling bersama Kantor Kementerian Agama RI, hal ini tentunya akan memudahkan calon jemaah haji terutama di masa pandemi seperti saat ini”. Tambah Kepala Badan Pelaksana BPKH.

 

Dana Haji yang ditempatkan oleh BPKH pada rekening simpanan di Bank Syariah atau BPS BPIH ini dijamin sepenuhnya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai UU No 24 Tahun 2004 mengikuti skema beneficiary yaitu berlaku penjaminan simpanan maksimum 2 miliar per nasabah per bank untuk masing-masing calon jemaah sesuai nama yang tercantum.

 

Laporan keuangan BPKH sendiri telah diaudit dan mendapatkan Opini WTP dari Badan Pemeriksa keuangan (BPK) untuk ketiga kalinya sebagai bukti bahwa dana haji telah dikelola secara professional, hati-hati, transparan dan akuntabel.

Baca Juga :