Manajemen Muamalat
Komite Tata Kelola Terintegrasi
Manajemen Muamalat
Komite Tata Kelola Terintegrasi
 
Iggi H. Achsien
Ketua

Warga negara Indonesia, lahir di Indramayu, 3 Februari 1977. Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude. Telah menyelesaikan program Global Leadership Executive MBA di SBM ITB dan Aalto University, Finlandia. Beliau memiliki pengalaman di industri keuangan di bidang perbankan syariah, pasar modal, dan juga asuransi. Aktif terlibat dalam industri keuangan syariah dan dikenal sebagai pioneer dalam penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) di Indonesia dengan penerbitan pertama Obligasi Syariah Mudharabah Indosat tahun 2002. Juga ikut terlibat bersama Kementrian Keuangan dalam proses penerbitan Sukuk Negara tahun 2008.

 

Menjabat sebagai Ketua Komite Tata Kelola Terintegrasi PT Bank Muamalat Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 027/B/DIR-KPTS/VIII/2018 tentang Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tanggal 9 Agustus 2018.

Oni Sahroni
Anggota

Warga negara Indonesia, lahir di Serang pada 26 November 1975. Meraih gelar Doktor bidang Fikih Muqaran dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Saat ini aktif sebagai anggota BPH Dewan Syariah Nasional (DSN), anggota ISRA (The International Shariah Research Academy for Islamic Finance) Council of Scholars Malaysia, dosen Fikih Ekonomi di Universitas Indonesia dan Syariah Economic & Banking Institute (SEBI) dan sebagai Direktur Pusat Studi Islam Wasathiyah, Depok.  

 

Menjabat sebagai anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi PT Bank Muamalat Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 027/B/DIR-KPTS/VIII/2018 tentang Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tanggal 9 Agustus 2018.

Sri Hartati Rahayu
Anggota

 

Warga Negara Indonesia, lahir di Majalengka 21 Desember 1971, lulus Sarjana Hukum (SH) Fakultas Hukum dari Universitas Padjadjaran tahun 1995 dan Paska Sarjana Hukum Perbankan dan Keuangan (LL.M in Banking & Banking Laws) dari the London School of Economics and Political Science, United Kingdom tahun 1999.

 

Berpengalaman bekerja di industri perbankan baik sebagai Tenaga Ahli (Specialist) atau Konsultan Hukum, General Counsel dan Corporate Secretary di beberapa bank nasional serta cabang Bank Asing seperti Citibank N.A., HSBC, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Ekonomi Tbk serta pernah menjabat sebagai Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko di PT Bank DBS Indonesia. Beliau saat ini adalah Pendiri dan managing Partner Kantor Konsultan Hukum Rahayu & Partners Law Office berkedudukan di Jakarta Selatan dan Anggota Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan Risiko PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Menjabat sebagai Anggota Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak Januari 2017.

 

Menjabat sebagai anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi PT Bank Muamalat Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 027/B/DIR-KPTS/VIII/2018 tentang Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tanggal 9 Agustus 2018.

Maulana Ibrahim
Anggota

Bapak Maulana Ibrahim, SE AKT.,MA.* lahir di Bandung, 20 Oktober 1948. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Beliau telah menyelesaikan studi Ekonomi Makro di Central Missouri State University Missouri Amerika Serikat dengan gelar Master of Arts. Beliau pernah mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko Eksutif Level 5, yang diadakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) Certified Risk Governance Professional (CRGP) IFC/ERMA/CRMS. Beliau adalah seorang profesional yang berpengalaman di industri perbankan, Mengawali karir sebagai staf Bagian Pemeriksaan Bank, pada tahun 1982 menjadi pegawai yang menangani Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank di Bank Indonesia, pada Tahun 1989 beliau diangkat sebagai Kepala Perwakilan BI di Kuala Lumpur. Pada bulan Maret hingga Juni 1998 Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua BPPN, Selanjutnya tahun 1999 diangkat sebagai Direktur Direktorat Pengawasan Bank II dan Sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 5/M Tahun 2002 tanggal 11 Januari 2002 Maulana Ibrahim diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

 

Menjabat sebagai Anggota Komite Tata Kelola Terintegrasi PT Bank Muamalat Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 027/B/DIR-KPTS/VIII/2018 tentang Komite Tata Kelola Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tanggal 9 Agustus 2018.