Manajemen Muamalat
Manajemen Muamalat
Dewan Komisaris
 
Anwar Nasution
Komisaris Utama

Warga negara Indonesia, lahir di Sipirok, Tapanuli, pada tanggal 5 Agustus 1942. Pada tahun 1968, lulus dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia; pada tahun 1973, Magister Administrasi Publik dari Kennedy School of Government, Harvard University - Massachusetts, Amerika Serikat; pada tahun 1982, Ph. D di bidang Ekonomi dari Tufts University, Medford, Massachusetts, USA. Spesialisasi di bidang Teori Ekonomi Makro Terapan, Ekonomi Moneter dan Ekonomi Internasional. 

Dr Anwar Nasution adalah Profesor Emeritus Ekonomi di Universitas Indonesia di Jakarta, Senior Fellow di Jeffrey Cheah Institute kawasan Asia Tenggara, Sunway City, Kuala Lumpur Malaysia;

Salah satu anggota dari Advisory Group International (Shadow-20) pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Profesor Jeffrey Sachs dari Columbia University, Spesialis Lembaga Ekonomi di SEADI Project, Nathan Associates, Inc, di Jakarta (2011-2013); Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (2004-2009); Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (1999-2004) dan Dekan Fakultas Ekonomi (1988-2001). Profesor Sasakawa yang terkemuka dan sebagai ketua Pembangunan Ekonomi di UNU/WIDER Institute di Helsinki, Finlandia, dan Ajun Profesor Ekonomi di Universitas Helsinki dan Tampere tahun 1995-1996. Pernah mengunjungi Research Associate, dan NBER di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, IDE di Tokyo, Fakultas Penelitian untuk Studi Pasifik, ANU di Canberra, Australia, dan Kyoto University, Kyoto, Jepang.

Sebagai konsultan untuk UN-ESCAP, UN-ECLAC, US-AID, ADB, Bank Dunia, IMF dan MITI Jepang dan merupakan anggota dari American Economic Association, American Committee on Asian Economic Studies (ACAES), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, dan East Asia Economic Association. Profesor Nasution memegang posisi editorial dalam Buletin Studi Ekonomi Indonesia (BIES) yang diterbitkan oleh Universitas Australia, Canberra, Journal of Economic Studies Asia (diterbitkan oleh ACAES) dan Journal of Asian Economics.

Karya penelitiannya telah diterbitkan dalam banyak jurnal ekonomi, dan oleh sejumlah penerbit, seperti ISEAS Singapura, RoutledgeCurzon, University of Chicago Press, University of Michigan Press, Praeger, Maruzen, McMillan and Lynne Rienner Publishers, OECD and Oxford University Press. Publikasi-Nya meliputi: “Lembaga Keuangan dan Kebijakan” (Singapura: ISEAS, 1983); Dengan W.T. Woo, “Perilaku Kebijakan Ekonomi di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Utang Luar Negeri” dalam JD Sachs (ed.), Hutang Negara Berkembang dan Ekonomi Dunia, Chicago University Press, 1989); Dengan WT Woo dan B. Glassburner, “Kebijakan Ekonomi Makro, Krisis dan Pertumbuhan Jangka Panjang di Indonesia, 1965 - 1990” (Washington, DC: Bank Dunia, 1994); Dengan S. Griffith-Jones, M.F. Montes, “Arus Modal jangka pendek dan Krisis Ekonomi” (Oxford: Oxford University Press, 2000) dan “Global Savings-Investment Imbalances: What Role for East Asia”, Asian Economic Papers 6-2, pp 1-13 (Agustus 2007). Buku suntingannya berjudul Kebijakan Makroekonomi di Indonesia Setelah Krisis Keuangan pada tahun 1997, di tahun 2014 telah diterbitkan oleh Routledge Singapura baik hard dan soft cover.

Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 23 Juni 2014 dan mendapatkan keputusan efektif dari OJK tanggal 19 November 2014.

Iggi H. Achsien
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia, lahir di Indramayu, 3 Februari 1977. Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude. Telah menyelesaikan program Global Leadership Executive MBA di SBM ITB dan Aalto University, Finlandia. Beliau memiliki pengalaman di industri keuangan di bidang perbankan syariah, pasar modal, dan juga asuransi. Aktif terlibat dalam industri keuangan syariah dan dikenal sebagai pioneer dalam penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) di Indonesia dengan penerbitan pertama Obligasi Syariah Mudharabah Indosat tahun 2002. Juga ikut terlibat bersama Kementrian Keuangan dalam proses penerbitan Sukuk Negara tahun 2008.

Menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sejak diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 23 Juni 2014 dan mendapatkan keputusan efektif dari OJK tanggal 25 November 2014.

Ayuoob Akbar Qadri
Komisaris

Warga negara Amerika Serikat, lahir di Arab Saudi, 10 November 1959. Beliau ditunjuk oleh Islamic Development Bank sebagai Komisaris PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada Juni 2014 dan mendapatkan keputusan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 27 April 2016. Beliau meraih gelar Sarjana di bidang Akuntansi dari McNeese State University, USA (1984). Kemudian beliau diakui memenuhi syarat sebagai Akuntan Publik (CPA) oleh Texas Board of Certified Public Accountants (1986).

Sejak bergabung dengan IDB pada tahun 1993, beliau telah menduduki posisi senior di fungsi Internal Audit dan Evaluasi Operasi. Beliau pindah ke posisinya saat ini sebagai Senior Technical Advisor untuk Vice President Finance pada tahun 2006.

Sebelum bergabung dengan IDB, beliau pernah berkarir sebagai Analis Keuangan Senior pada Procter and Gamble (1990 – 1993) dan sebagai Auditor Senior pada Pricewaterhouse Coopers, Jeddah, KSA (1984 – 1989).

Abdulsalam Mohammad Al-Saleh*)
Komisaris

 

Warga Negara Kuwait, lahir di Kuwait, 25 April 1966. Memperoleh gelar Sarjana dibidang Administrasi Bisnis dari Universitas Kuwait. Beliau pernah menduduki berbagai posisi salah satunya sebagai Regional Manager di National Bank of Abu Dhabi, Kuwait, dari Oktober 2005 hingga September 2012. Selanjutnya beberapa posisi strategis yang dijabat beliau hingga saat ini diantaranya Board Member di Boubyan Takaful Insurance (anak perusahaan di Boubyan Bank) dan Vice Chairman di Boubyan Capital (anak perusahaan di Boubyan Bank) sejak tahun 2013, selain itu jabatan Board Member di United Capital Bank (Sudan – Khartoum) juga telah dijabat sejak tahun 2014, dan sebagai Deputy Chief Executive Officer di Boubyan Bank sejak tahun 2012. Beliau diangkat pada RUPS Tahunan pada 30 Maret 2017 dan saat ini masih menunggu persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari OJK.

 

*) Efektif setelah Lulus Uji Kemampuan dan Kepatuhan dari OJK