Tentang Muamalat
Tentang Muamalat
CSR
Nov 02, 2015

Muamalat Ajak Ribuan Orang Lakukan Shalat Istisqa Serentak di Lebih Dari 80 Lokasi

Jakarta, 2 November 2015Bencana kabut asap yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatra dan Kalimantan yang disebabkan oleh kebakaran hutan hingga kini keadaannya semakin mengkhawatirkan dan membahayakan kesehatan. Hal ini diperburuk dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim kemarau tahun ini berlangsung hingga akhir tahun.

Menanggapi kejadian ini, Bank Muamalat Indonesia (“Bank Muamalat”) bekerjasama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM), menggelar kegiatan shalat meminta hujan (shalat istisqa) hari ini (2/11), tepat setelah waktu pelaksanaan shalat dzuhur, di Masjid Baitussalam, Kantor Pusat Bank Muamalat, Jakarta. Sholat isitsqa dilaksanakan di 83 lokasi Kantor Cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia mengajak ribuan jamaah, yang terdiri dari Direksi, Manajemen, Karyawan Bank Muamalat dan masyarakat umum. Shalat istisqa ini merupakan wujud dari kepedulian dan empati Bank Muamalat terhadap fenomena bencana kabut asap.

Bank Muamalat beserta BMM berharap kegiatan ini dapat menjadi solusi agar kemarau panjang dan bencana kabut asap di wilayah Sumatra dan Kalimantan segera dapat diatasi. Presiden Direktur Bank Muamalat Endy Abdurrahman turut mengutarakan harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial dan kepedulian kami terhadap masyarakat dan lingkungan, terutama terhadap bencana kabut asap dan musim kemarau panjang yang terjadi di Indonesia saat ini,” jelas Presiden Direktur Bank Muamalat Endy Abdurrahman.

Kami juga berharap, tambah Endy, melalui kegiatan ini doa dan harapan yang kita panjatkan dapat sampai dan didengar Allah SWT sehingga hujan dapat segera turun.

Beberapa bulan terakhir ini, sejumlah daerah dan wilayah di Indonesia tengah mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan langkanya air bersih dan melambatnya pertumbuhan komoditas pertanian Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi kemarau panjang dan bencana kabut asap ini, seperti contohnya dengan melakukan penggalian/pengeboran pada lapisan tanah untuk mendapatkan air bersih, menyediakan tangki air keliling untuk mendistribusikan air bersih, hingga menciptakan hujan buatan. Namun, segala upaya tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti halnya menciptakan hujan buatan yang membutuhkan biaya sebesar Rp 97 miliar dan dengan hasil yang belum bisa dikatakan berhasil karena sebaran titik api kian meluas.
 
Semua upaya tersebut terbilang belum mampu untuk menyelesaikan kemarau panjang dan bencana kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Sesungguhnya, masih ada suatu upaya yang cukup dahsyat untuk dilakukan, yaitu dengan memohon doa kepada Allah SWT, melalui shalat permohonan meminta hujan.[]

Baca Juga :