Tentang Muamalat
Tentang Muamalat
Berita
Sep 27, 2016

Muamalat Teken Kerjasama Pembiayaan Sindikasi dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah

Bank Muamalat Indonesia dan BPD Jawa Tengah menjadi lead arranger pembiayaan sindikasi Jalan Tol Soreang – Pasir Koja dengan plafon pembiayaan Rp. 834 Miliar Jakarta, 22 September 2016 - Bank Muamalat (“Bank Muamalat Indonesia”) dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) melakukan kerjasama sindikasi pembiayaan untuk pembangunan Jalan Tol Soreang - Pasir Koja (Soroja), yang akan dikelola oleh PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ). Pembiayaan sindikasi pembangunan jalan tol ini memiliki total plafon pembiayaan sejumlah Rp. 834 Miliar. Adapun kerjasama sindikasi tersebut akan menggunakan skema murabahah, di mana Bank Muamalat Indonesia bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah Unit Usaha Syariah (UUS) bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (MLA). Pembiayaan Sindikasi Bank Syariah untuk Jalan Tol Soreang–Pasir Koja ini merupakan pembiayaan sindikasi proyek jalan tol pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibiayai oleh Bank Syariah. Pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk nyata dukungan perbankan syariah terhadap program–program pemerintah, diantaranya pembangunan infrastruktur jalan tol. Pembangunan jalan tol ini akan memberikan dampak luas, terutama bagi perkembangan ekonomi. “Seperti yang kita ketahui bersama, selain mempunyai prospek ekonomi potensial di Indonesia, investasi pembangunan jalan tol menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah yaitu untuk mendukung konektivitas. Dalam hal ini, diperlukan adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah, Pelaku usaha (BUMN dan swasta) dan tentunya perbankan, agar dapat memberikan dampak positif yang lebih luas lagi, terutama bagi perkembangan ekonomi,” ungkap Endy Abdurrahman, President Director Bank Muamalat Indonesia pada acara Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi, hari ini (22/9) di Jakarta. Pada kesempatan yang sama, Corporate Banking Director Bank Muamalat Indonesia Indra Y. Sugiarto mengaku optimis dengan dilaksanakannya kerjasama sindikasi ini. “Kami dan BPD UUS peserta sindikasi lainnya optimis melihat potensi pembiayaan pembangunan jalan tol ini sebagai peluang untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perusahaan, serta untuk mendukung program pembangunan pemerintah. Selain itu, kami juga berencana melakukan arranging sindikasi dan club deal di beberapa lini bisnis agro industry, consumer good, property dan sektor energi listrik. Kerjasama tersebut merupakan salah satu strategi perusahaan agar dapat memenuhi target pembiayaan korporasi, yang ditargetkan dapat tumbuh 7-9% di sepanjang tahun.” Proyek pembangunan Jalan Tol Soroja diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah Soreang, Jawa Barat, serta dapat mendukung tujuan wisata alam dan agrowisata Kabupaten Bandung. PT CMLJ dibentuk oleh konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada, Tbk (CMNP) – 65%, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk –25%, dan PT Jasa Sarana–10%. Pekerjaan konstruksi seksi 1 & 2 akan dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan seksi 3 akan dikerjakan oleh KSO PT Girder Indonesia (anak usaha PT Citra Marga Nusaphala Persada, Tbk (CMNP)) dan PT Jabar Bumi Konstruksi (anak usaha PT Jasa Sarana). Saat ini, progress Jalan Tol Soroja telah melalui 96% proses pembebasan lahan dan 40% proses pembangunan fisik.

Baca Juga :